7 Gejala Penyempitan Pembuluh Darah Abdominal

Penyempitan pembuluh darah abdomen, juga dikenal sebagai stenosis arteri abdominal, terjadi ketika arteri yang memasok darah ke perut, usus, hati, ginjal, atau organ abdomen lainnya menjadi menyempit. Kondisi ini mengurangi aliran darah kaya oksigen ke organ-organ ini dan menyebabkan berbagai gejala yang bergantung pada tingkat keparahan dan lokasi penyempitan. Memahami gejala-gejala ini membantu Anda mengenali tanda-tanda awal, mencari diagnosis yang tepat waktu, dan mencegah komplikasi serius.

Bagaimana penyempitan pembuluh darah abdomen berkembang

Penyempitan pembuluh darah abdomen biasanya berkembang ketika endapan lemak (disebut plak) menumpuk di sepanjang dinding dalam arteri. Proses ini, yang dikenal sebagai atherosclerosis, membuat dinding arteri menebal dan kehilangan elastisitas. Aliran darah akan mengalami hambatan yang lebih besar, mengurangi pengantaran oksigen ke organ-organ. Ketika proses ini terjadi di arteri yang menyalurkan darah ke usus, seperti arteri seliak, arteri mesenterika superior, atau arteri mesenterika inferior, gejala sering muncul setelah makan karena usus memerlukan lebih banyak darah untuk mencerna makanan.

7 Gejala Penyempitan Pembuluh Darah Abdominal
Kasus stenosis aorta abdomen yang parah (anak panah)

Penyebab lain termasuk peradangan pembuluh darah, kompresi eksternal oleh struktur di sekitarnya, bekuan darah, atau penyempitan bawaan. Pengurangan aliran darah menyebabkan kerusakan jaringan seiring waktu, yang pada gilirannya menyebabkan sejumlah gejala.

Gejala penyempitan pembuluh darah abdomen (stenosis arteri abdominal)

1. Nyeri perut setelah makan

Nyeri perut setelah makan adalah gejala khas dari penyempitan pembuluh darah abdomen. Nyeri mulai muncul 15 hingga 60 menit setelah Anda makan dan biasanya bertahan selama satu hingga tiga jam. Rasa sakit ini muncul karena usus memerlukan lebih banyak darah untuk pencernaan, namun arteri yang menyempit tidak dapat mengantarkan cukup oksigen.

Rasa nyeri sering terasa tumpul, kram, atau seperti tekanan dan muncul di bagian tengah atau atas perut. Intensitas nyeri dapat meningkat secara bertahap seiring penyempitan pembuluh darah yang semakin parah. Anda mungkin merasa takut untuk makan karena rasa nyeri yang mengikuti, sehingga mengakibatkan penurunan asupan makanan dan penurunan berat badan.

2. Penurunan berat badan yang tidak disengaja

Penurunan berat badan yang tidak disengaja biasanya mengikuti nyeri perut kronis setelah makan. Ketika nyeri terkait dengan makan, banyak orang secara tidak sadar mengurangi porsi makan atau melewatkan makan untuk menghindari ketidaknyamanan. Seiring waktu, asupan makanan yang tidak cukup mengarah pada kekurangan kalori dan penurunan berat badan.

Selain itu, berkurangnya aliran darah ke usus mengganggu penyerapan nutrisi. Penyerapan nutrisi yang buruk lebih lanjut berkontribusi pada penurunan berat badan dan dapat menyebabkan kelelahan, kelemahan, dan kehilangan massa otot.

3. Kembung perut, mual, dan muntah

Pengurangan aliran darah ke organ pencernaan melambatkan gerakan usus dan mempengaruhi fungsi lambung dan usus halus. Banyak orang mengalami kembung perut setelah makan karena makanan bergerak lebih lambat melalui saluran pencernaan. Lambung dapat merasa penuh bahkan setelah makan dalam jumlah kecil.

Kembung perut
Kembung perut adalah gejala dari penyempitan pembuluh darah abdomen (stenosis arteri abdominal).

Mual atau muntah terkadang muncul setelah makan dalam porsi besar, terutama pada kasus yang parah. Muntah bisa berisi makanan yang sebagian dicerna yang tidak bergerak dengan baik ke dalam usus. Gejala-gejala ini sering memburuk ketika Anda mengonsumsi makanan berlemak atau berat yang memerlukan usaha pencernaan yang lebih besar.

4. Diare atau perubahan kebiasaan buang air besar

Pasokan oksigen yang tidak cukup ke dinding usus mempengaruhi kemampuannya untuk menyerap nutrisi dan cairan. Gangguan ini kadang-kadang menyebabkan diare. Kotoran seringkali menjadi lunak atau cair, terutama setelah makan. Beberapa individu mengalami diare dan sembelit secara bergantian.

Pada kasus yang parah, dinding usus dapat mengalami area kerusakan jaringan akibat kurangnya oksigen yang berkepanjangan, yang menyebabkan nyeri dan perdarahan. Kotoran berdarah menunjukkan keadaan darurat medis yang memerlukan evaluasi segera.

5. Suara bising perut

Suara bising perut adalah suara abnormal yang terdengar oleh dokter melalui stetoskop yang diletakkan di atas abdomen. Suara ini dihasilkan dari aliran darah yang tidak stabil melalui arteri yang menyempit. Meskipun Anda tidak dapat mendengar suara ini sendiri, suara ini berfungsi sebagai petunjuk fisik yang membantu dokter mencurigai adanya penyempitan arteri abdomen.

6. Kelelahan dan kelemahan

Kelelahan dan kelemahan berasal dari dua faktor utama. Pertama, kurangnya penyerapan nutrisi secara kronis dan penurunan asupan kalori menyebabkan kekurangan energi. Kedua, tubuh terus-menerus mengalami stres akibat kurangnya oksigen yang berlangsung pada organ-organ vital. Kelelahan yang terus-menerus dan tidak membaik dengan istirahat dapat menandakan adanya pembatasan aliran darah yang signifikan di abdomen.

7. Nyeri hebat dan tanda-tanda iskemia usus

Ketika penyempitan menjadi kritis dan aliran darah menurun tajam, iskemia usus dapat terjadi. Iskemia usus berarti bahwa bagian-bagian dari usus menerima terlalu sedikit oksigen untuk berfungsi dengan baik. Anda mungkin kadang-kadang mengalami nyeri perut hebat secara mendadak.

Tanda bahaya lainnya termasuk mual, muntah, diare, dan kadang-kadang ada darah dalam tinja. Jika kondisi ini tidak diobati, kematian jaringan (gangren) usus dapat berkembang, yang dapat mengancam jiwa. Pengobatan medis segera diperlukan saat nyeri perut parah atau mendadak terjadi.

Perbedaan antara penyempitan kronis dan penyempitan akut

Penyempitan kronis berkembang perlahan dalam hitungan bulan. Gejala muncul secara bertahap, seperti nyeri setelah makan, penurunan berat badan, dan perubahan nafsu makan. Tubuh kadang-kadang berkompensasi dengan membentuk pembuluh darah kolateral yang secara sementara meningkatkan sirkulasi.

Penyempitan akut, biasanya disebabkan oleh bekuan darah mendadak, menyebabkan gejala yang tiba-tiba dan intens. Nyeri muncul secara mendadak dan parah, dan risiko kerusakan usus meningkat secara dramatis dalam beberapa jam. Memahami perbedaan ini membantu Anda mencari perawatan mendesak ketika gejala berubah secara tiba-tiba.

Diagnosis dan pengobatan awal dapat mencegah kerusakan yang tidak dapat dipulihkan pada organ-organ abdomen.

Bagaimana dokter mendiagnosis kondisi ini

Dokter menggunakan beberapa tes untuk mengonfirmasi penyempitan pembuluh darah abdomen. Ultrasonografi Doppler mengukur kecepatan aliran darah dan mendeteksi turbulensi yang disebabkan oleh arteri yang menyempit. Angiografi dengan tomografi terkomputasi atau angiografi resonansi magnetik memberikan gambar detail dari pembuluh darah. Dalam beberapa kasus, angiogram konvensional dapat digunakan untuk memvisualisasikan lokasi dan tingkat keparahan penyempitan secara tepat.

Pemeriksaan darah mungkin menunjukkan tanda-tanda kekurangan nutrisi atau stres pada organ, tetapi tes pencitraan tetap sangat penting untuk diagnosis.

spot_imgspot_img

Artikel Terkait

spot_img

Artikel Terbaru