Infeksi usus akibat Yersinia enterocolitica
Ini adalah penyakit saluran usus yang disebabkan oleh infeksi bakteri gram-negatif Yersinia enterocolitica. Penyakit ini biasanya ditandai dengan demam, diare, atau nyeri perut. Penyakit ini juga dapat menyebabkan infeksi sistemik. Penularan dilakukan melalui rute fekal-oral dari konsumsi makanan atau air yang terkontaminasi, atau kontak langsung dengan individu atau hewan yang terinfeksi. Penyakit ini dikonfirmasi ketika Yersinia enterocolitica ditemukan dalam sampel feses.
Yersinia enterocolitica (Y enterocolitica) adalah bakteri berbentuk basil yang bersifat Gram-negatif dan termasuk dalam keluarga Yersiniaceae. Bakteri ini dapat bergerak pada suhu 22–29°C (72–84°F), tetapi menjadi tidak bergerak pada suhu tubuh manusia yang normal.
Infeksi Yersinia enterocolitica didapatkan melalui konsumsi makanan yang terkontaminasi, terutama produk daging babi mentah atau yang tidak dimasak dengan baik, serta minum susu yang tidak dipasteurisasi. Penyakit ini juga bisa ditularkan dengan menyentuh hewan yang terinfeksi, minum air sumur yang terkontaminasi, atau dalam kasus yang jarang terjadi, melalui transfusi yang terkontaminasi. Infeksi Yersinia enterocolitica semakin meningkat frekuensinya di kalangan anak-anak yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah. Masa inkubasi infeksi ini berkisar antara 4 hingga 6 hari.

Gejala infeksi Yersinia enterocolitica
Gejala infeksi Y enterocolitica biasanya meliputi:
- Diare – Manifestasi klinis yang paling umum dari infeksi ini. Diare dapat berupa berdarah pada kasus yang parah.
- Demam ringan
- Nyeri perut – dapat terlokalisir pada kuadran kanan bawah
- Muntah – Terjadi pada sekitar 15-40% kasus
Pasien juga dapat mengembangkan eritema nodosum, yang muncul sebagai lesi merah atau ungu yang nyeri dan terangkat, terutama pada kaki dan batang tubuh pasien. Lesi ini muncul 2-20 hari setelah onset demam dan nyeri perut, dan akan sembuh secara spontan dalam kebanyakan kasus dalam waktu sekitar sebulan.
Pengobatan Yersinia enterocolitica
Infeksi Yersinia enterocolitica biasanya sembuh dengan sendirinya, dan orang yang terinfeksi tidak memerlukan pengobatan antibiotik. Perawatan pada pasien dengan infeksi Y enterocolitica terutama bersifat suportif, dengan memberikan nutrisi dan cairan. Namun, antibiotik dapat digunakan untuk mengobati kasus infeksi yang parah atau rumit.


