Ketika Anda mengalami diare, sakit kepala, dan mual secara bersamaan, kemungkinan besar Anda mengalami gastroenteritis viral (flu perut) atau keracunan makanan. Namun, gejala ini juga bisa disebabkan oleh infeksi bakteri, infeksi parasit, migrain, stres, atau obat-obatan tertentu.
Ketiga gejala ini sering terjadi bersamaan karena infeksi, racun, atau stres memicu koneksi usus-otak, sehingga menyebabkan gangguan pencernaan (diare), peradangan sistemik (sakit kepala), dan aktivasi sistem saraf (mual) secara bersamaan.

Kondisi yang dapat menyebabkan diare, sakit kepala, dan mual sekaligus
1. Gastroenteritis viral akut
Gastroenteritis viral akut berkembang ketika virus menginfeksi lapisan lambung dan usus. Virus umum yang menyebabkan ini termasuk norovirus dan rotavirus. Virus-virus ini merusak sel-sel usus dan mengganggu penyerapan cairan.
Kerusakan usus ini menyebabkan diare karena air dan elektrolit dapat bocor ke dalam tinja. Infeksi juga mengaktifkan sistem imun, yang melepaskan bahan kimia inflamasi. Bahan kimia inflamasi ini dapat memicu rasa mual dan merangsang struktur sensitif rasa sakit di kepala, yang menyebabkan sakit kepala.
Dokter biasanya mendiagnosis gastroenteritis viral akut berdasarkan gejala Anda dan paparan terbaru. Pemeriksaan fisik sering menunjukkan tanda-tanda dehidrasi, seperti mulut kering atau keluaran urine yang berkurang. Pengujian laboratorium biasanya tidak diperlukan kecuali gejala parah, berkepanjangan, atau disertai darah dalam tinja.
Pengobatan: Pengobatan difokuskan pada pencegahan dehidrasi dan mendukung pemulihan. Anda biasanya diberikan saran untuk minum larutan rehidrasi oral yang mengandung air, garam, dan glukosa. Anda perlu beristirahat dan makan makanan sederhana setelah muntah membaik. Dokter jarang meresepkan obat antiviral karena sistem imun membersihkan virus itu sendiri.
2. Keracunan makanan akibat bakteri atau racun
Keracunan makanan terjadi ketika Anda mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri, racun bakteri, atau parasit. Penyebab umum termasuk bakteri Salmonella, bakteri Campylobacter, dan racun yang diproduksi oleh bakteri Staphylococcus.
Patogen ini mengiritasi dan meradang pada saluran pencernaan, yang menyebabkan diare dan mual. Racun dan sinyal inflamasi juga dapat memengaruhi sistem saraf, menyebabkan sakit kepala.
Dokter mendiagnosis keracunan makanan dengan meninjau asupan makanan terbaru dan onset gejala. Tes tinja dapat mengidentifikasi bakteri atau parasit jika gejala parah atau persisten. Tes darah biasanya hanya dilakukan untuk kasus dengan demam, dehidrasi, atau tanda-tanda infeksi sistemik.
Pengobatan tergantung pada tingkat keparahan dan penyebabnya. Kebanyakan kasus membaik dengan penggantian cairan dan istirahat. Dokter meresepkan antibiotik hanya ketika infeksi bakteri tertentu memerlukan pengobatan. Obat anti mual dapat membantu Anda mempertahankan cairan.
3. Migrain dengan gejala pencernaan
Migrain adalah gangguan neurologis yang memengaruhi pemrosesan rasa sakit di otak. Selama serangan migrain, sinyal saraf yang tidak normal dan perubahan fungsi pembuluh darah terjadi. Perubahan di otak ini dapat sangat memengaruhi sistem pencernaan.
Disfungsi neurologis ini dapat memperlambat pengosongan lambung dan merangsang pusat muntah di otak. Akibatnya, mual dan diare dapat terjadi bersamaan dengan sakit kepala. Stres, gangguan tidur, dan makanan tertentu sering memicu jenis migrain ini.
Dokter mendiagnosis migrain berdasarkan pola gejala Anda, karakteristik sakit kepala, dan riwayat pribadi atau keluarga. Tidak ada tes laboratorium tunggal untuk migrain. Tes pencitraan hanya akan diperintahkan jika dokter mencurigai adanya gangguan neurologis lain.
Pengobatan meliputi obat penghilang rasa sakit, obat anti mual, dan terapi pencegahan untuk serangan migrain yang sering. Perubahan gaya hidup, seperti tidur yang teratur dan menghindari makanan pemicu, dapat mengurangi frekuensi serangan migrain. Pengobatan migrain ini seringkali juga memperbaiki gejala pencernaan.
4. Dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit
Dehidrasi terjadi ketika kehilangan cairan melebihi asupan cairan. Diare itu sendiri dapat menyebabkan dehidrasi, tetapi dehidrasi juga dapat memperburuk diare dan sakit kepala secara bersamaan. Kehilangan elektrolit seperti natrium dan kalium mengganggu fungsi saraf dan otot.
Pelanggaran elektrolit ini dapat menyebabkan sakit kepala melalui perubahan sinyal saraf. Mual terjadi karena ketidakseimbangan elektrolit memengaruhi fungsi lambung dan otak.
Dokter mendiagnosis dehidrasi dengan mengevaluasi gejala, tanda fisik, dan kadang-kadang tes darah. Tes darah dapat mengukur kadar elektrolit dan fungsi ginjal. Keluaran urine yang berkurang adalah petunjuk penting.
Pengobatan dilakukan dengan mengganti cairan dan elektrolit. Kasus ringan merespons dengan baik terhadap larutan rehidrasi oral. Kasus parah memerlukan cairan intravena. Memperbaiki dehidrasi seringkali dengan cepat meningkatkan sakit kepala dan mual.
5. Heat exhaustion
Heat exhaustion terjadi ketika paparan panas yang berkepanjangan melebihi kemampuan tubuh untuk mengatur suhu. Keringat berlebihan menyebabkan kehilangan cairan dan garam. Kehilangan cairan ini memberikan tekanan pada sistem pencernaan dan sistem saraf.
Stres fisiologis ini menyebabkan mual dan diare melalui penurunan aliran darah ke usus. Sakit kepala berkembang karena dehidrasi dan stres panas memengaruhi fungsi otak.
Pengobatan termasuk pindah ke lingkungan yang sejuk, beristirahat, dan minum cairan yang mengandung elektrolit. Mendinginkan tubuh dan mengembalikan cairan biasanya menyelesaikan gejala dalam beberapa jam.
6. Efek samping obat
Beberapa obat dapat mengiritasi saluran pencernaan atau memengaruhi neurotransmiter di otak. Obat penghilang rasa sakit, antibiotik, dan beberapa obat tekanan darah umumnya menyebabkan diare dan mual. Efek obat ini juga dapat memicu sakit kepala dengan mengubah nada pembuluh darah atau sinyal otak.
Reaksi obat ini terjadi karena obat mempengaruhi sistem pencernaan dan sistem saraf pusat secara bersamaan.
Dokter Anda mungkin akan menyesuaikan dosis atau beralih ke obat lain. Dokter juga dapat merekomendasikan untuk mengonsumsi obat dengan makanan atau menambahkan pengobatan pendukung untuk mual.
Kapan Anda perlu mencari perawatan medis?
Anda perlu mencari perhatian medis jika diare, sakit kepala, dan mual bertahan lebih dari tiga hari, memburuk dengan cepat, atau terjadi dengan demam, kebingungan, nyeri perut parah, atau tanda-tanda dehidrasi. Tanda-tanda peringatan ini menunjukkan adanya kondisi serius yang mendasarinya.


