Efek Samping Esomeprazole dan Cara Meminimalkannya

Esomeprazole adalah obat yang digunakan untuk mengurangi produksi asam lambung. Dokter meresepkan obat ini untuk mengobati kondisi seperti penyakit refluks gastroesofageal, tukak lambung, sindrom Zollinger-Ellison, dan untuk mencegah tukak lambung yang disebabkan oleh obat anti-inflamasi nonsteroid (NSAID). Esomeprazole termasuk dalam kelas obat yang disebut penghambat pompa proton (PPI).

Esomeprazole dapat menyebabkan efek samping seperti sakit kepala, mual, nyeri perut, diare, dan, dalam kasus yang jarang, masalah ginjal yang serius atau rendahnya kadar magnesium.

Obat esomeprazole sering dijual dengan nama merek seperti Nexium, Esomeprazole Zentiva, Esomezol, Emozul, atau Ventra.

Efek Samping Esomeprazole dan Cara Meminimalkannya
Obat Nexium (esomeprazole)

Berikut adalah penjelasan rinci tentang bagaimana esomeprazole bekerja, efek samping yang ditimbulkannya, dan cara meminimalkan efek samping ini.

Cara kerja obat esomeprazole dalam tubuh kita

Ketika kita makan, lambung kita memproduksi asam klorida untuk membantu mencerna makanan. Asam ini diproduksi oleh sel-sel khusus di lapisan lambung yang disebut sel parietal. Sel-sel ini memiliki sistem enzim yang disebut pompa ATPase hidrogen-kalium (juga dikenal sebagai pompa proton), yang bertanggung jawab untuk melepaskan asam ke dalam lambung.

Esomeprazole menghambat pompa proton ini. Obat ini melakukan hal tersebut dengan mengikat pompa proton dan mencegahnya melepaskan ion hidrogen ke dalam lambung. Tanpa ion hidrogen, lambung tidak dapat membentuk asam klorida. Akibatnya, tingkat asam di lambung kita menurun.

Pengurangan asam ini meredakan gejala heartburn dan memungkinkan tukak dan peradangan di kerongkongan atau lambung untuk sembuh. Obat esomeprazole biasanya mulai bekerja dalam waktu satu jam setelah diminum, tetapi mungkin memerlukan beberapa hari agar efek penuh terasa.

Efek samping umum dari obat esomeprazole

Sementara obat esomeprazole umumnya dapat ditoleransi dengan baik, beberapa orang dapat mengalami efek samping. Berikut adalah efek samping yang paling umum dilaporkan.

1. Sakit kepala

Anda mungkin merasakan nyeri tumpul atau berdenyut di kepala setelah mengonsumsi obat esomeprazole.

Jadwal pasti mekanismenya belum sepenuhnya dipahami, tetapi para ahli percaya bahwa penurunan kadar asam dapat mengubah penyerapan magnesium dan nutrisi lainnya, yang dapat memengaruhi pembuluh darah di otak dan menyebabkan sakit kepala.

Frekuensi: Sakit kepala terjadi pada sekitar 4% hingga 7% pengguna obat esomeprazole.

Bagaimana cara menguranginya: Minumlah banyak air dan hindari melewatkan makanan. Jika sakit kepala ringan, Anda dapat mengambil pereda nyeri seperti acetaminophen. Jika sakit kepala berlanjut, bicarakan dengan dokter Anda untuk menyesuaikan dosis atau mengganti obat.

2. Diare

Anda mungkin mengalami tinja yang lebih longgar dan berair lebih sering dari biasanya setelah mengonsumsi obat esomeprazole.

Dengan mengurangi asam lambung, esomeprazole mengubah keseimbangan alami bakteri di usus. Perubahan ini dapat mendorong pertumbuhan bakteri berbahaya seperti Clostridioides difficile, yang menyebabkan diare.

Frekuensi: Diare terjadi pada sekitar 3% pengguna esomeprazole.

Bagaimana cara menguranginya: Ambil suplemen probiotik saat mengonsumsi obat esomeprazole untuk menjaga flora usus yang sehat. Juga, cuci tangan secara teratur untuk mencegah infeksi bakteri. Jika Anda mengalami diare yang menetap atau parah, hubungi dokter Anda.

Esomeprazole Zentiva
Esomeprazole Zentiva

3. Mual dan nyeri perut

Pengurangan asam lambung dapat memperlambat pencernaan dan meningkatkan pertumbuhan bakteri penghasil gas. Efek ini dapat mengiritasi saluran pencernaan dan memicu rasa mual atau ketidaknyamanan.

Frekuensi: Gejala ini terjadi pada sekitar 2% hingga 4% pengguna obat esomeprazole.

Bagaimana cara menguranginya: Ambil obat esomeprazole 30 hingga 60 menit sebelum makan. Hindari makanan berlemak atau pedas saat mengonsumsi obat. Makan dalam porsi kecil dan lebih sering juga dapat mengurangi efek samping ini.

Efek samping yang jarang tetapi serius dari obat esomeprazole

Meski jarang, beberapa efek samping dapat serius dan memerlukan perhatian medis.

4. Hipomagnesemia

Anda mungkin merasakan tanda-tanda hipomagnesemia seperti kram otot, tremor, denyut jantung tidak teratur, atau kelelahan.

Esomeprazole dapat mengurangi penyerapan magnesium di usus karena menurunkan asam lambung. Magnesium sangat penting untuk fungsi otot dan saraf, dan kekurangan magnesium dapat mengganggu aktivitas sel normal.

Frekuensi: Efek samping ini jarang tetapi dapat terjadi pada orang yang mengonsumsi obat esomeprazole lebih dari tiga bulan, terutama selama satu tahun.

Bagaimana cara menguranginya: Dokter Anda mungkin akan memeriksa kadar magnesium Anda secara teratur jika Anda menjalani pengobatan jangka panjang dengan esomeprazole. Konsumsilah makanan kaya magnesium seperti kacang-kacangan, biji-bijian, sereal utuh, dan sayuran berdaun hijau. Dokter Anda juga dapat merekomendasikan suplemen magnesium.

5. Kekurangan vitamin B12

Anda mungkin mengalami tanda-tanda kekurangan vitamin B12, seperti kelelahan, kelemahan, masalah memori, atau kesemutan di tangan dan kaki.

Vitamin B12 memerlukan asam lambung untuk penyerapan yang tepat. Ketika esomeprazole mengurangi kadar asam, tubuh Anda mungkin menyerap lebih sedikit vitamin ini seiring waktu, yang mengarah pada kekurangan.

Frekuensi: Efek samping ini jarang tetapi lebih mungkin terjadi jika Anda mengonsumsi obat esomeprazole lebih dari dua tahun.

Bagaimana cara menguranginya: Minta dokter Anda untuk memeriksa kadar vitamin B12 Anda setiap tahun jika Anda menggunakan obat esomeprazole dalam jangka panjang. Anda mungkin memerlukan suplemen atau suntikan B12 sesekali.

Obat Emozul (esomeprazole)
Obat Emozul (esomeprazole)

6. Peningkatan risiko fraktur tulang

Anda mungkin lebih cenderung mengalami fraktur pada pinggul, pergelangan tangan, atau tulang belakang.

Pengurangan asam lambung jangka panjang dapat menurunkan penyerapan kalsium. Kalsium sangat penting untuk kekuatan tulang. Penurunan penyerapan kalsium melemahkan tulang Anda dan meningkatkan risiko fraktur.

Frekuensi: Komplikasi ini umumnya terlihat pada orang yang mengonsumsi dosis tinggi esomeprazole selama lebih dari satu tahun, terutama orang tua.

Bagaimana cara menguranginya: Pastikan diet Anda mencakup cukup kalsium dan vitamin D. Diskusikan dengan dokter Anda apakah Anda memerlukan suplemen diet. Latihan yang membebani seperti berjalan juga dapat membantu memperkuat tulang.

7. Masalah ginjal (nefritis interstisial)

Anda mungkin memperhatikan tanda-tanda masalah ginjal, seperti kelelahan, pembengkakan di kaki, perubahan pada berkemih, atau darah dalam urin.

Esomeprazole dapat memicu reaksi kekebalan yang meradang jaringan di dalam ginjal Anda. Reaksi ini jarang tetapi serius.

Frekuensi: Nefritis interstisial sangat jarang, terjadi pada kurang dari 0,1% pengguna obat esomeprazole.

Bagaimana cara menguranginya: Laporkan segala tanda masalah ginjal kepada dokter Anda segera. Tes fungsi ginjal secara teratur mungkin diperlukan jika Anda mengonsumsi obat esomeprazole dalam jangka waktu lama.

spot_imgspot_img

Artikel Terkait

spot_img

Artikel Terbaru