Wanita lebih rentan terhadap infeksi ragi genital. 75% wanita mengalami infeksi ragi genital setidaknya sekali dalam hidup mereka. Namun, pria juga dapat mengalami infeksi ragi genital.

Ragi yang bernama candida albicans adalah penyebab paling umum dari infeksi ini. Namun, jenis ragi lain juga dapat menyebabkan infeksi.

Ada beberapa metode untuk mengobati infeksi ragi, termasuk cara-cara yang dapat dilakukan sendiri di rumah.

Dalam banyak kasus, infeksi ragi dapat dengan mudah dan berhasil diobati di rumah. Anda dapat mengobati menggunakan produk yang dijual bebas atau terapi alternatif.

Laporan menunjukkan bahwa banyak wanita dapat meredakan gejala dengan pengobatan tersebut di rumah.

1. Obat-obatan yang dijual bebas

Obat antijamur dalam bentuk krim atau pessarium dapat dibeli tanpa resep dokter untuk mengobati infeksi ragi. Anda dapat membeli obat ini di apotek atau toko obat.

2. Asam borat

Kapsul asam borat vagina dapat bekerja untuk wanita yang mengalami infeksi ragi. Kapsul ini mungkin sangat berguna bagi wanita dengan infeksi berulang.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) merekomendasikan dosis 600 mg asam borat dalam kapsul yang dimasukkan ke dalam vagina sekali sehari selama 14 hari. Sebaiknya konsultasikan dengan dokter sebelum membeli suppositoria apapun.

Beberapa penelitian melaporkan bahwa asam borat yang diaplikasikan secara topikal, bersama dengan antijamur flucytosine, berhasil mengobati sekitar 70% wanita. Penelitian ini melihat wanita dengan infeksi ragi yang tidak merespons pengobatan antijamur berbasis azole.

3. Minyak pohon teh

Cara Mengatasi Infeksi Jamur di Rumah
Minyak pohon teh memiliki sifat antijamur yang mungkin membunuh ragi dan jamur.

Minyak pohon teh telah lama dihargai karena sifat antijamurnya. Ia memiliki kemampuan untuk membunuh berbagai jenis ragi dan jamur. Minyak pohon teh telah diuji dan terbukti dapat membunuh candida albicans, salah satu ragi paling umum dalam infeksi vagina.

Suppositoria vagina yang mengandung minyak pohon teh telah terbukti mengobati infeksi jamur vagina. Beberapa wanita melaporkan merasa lega dengan menambahkan minyak pohon teh yang telah diencerkan ke dalam tampon dan memasukkannya ke dalam vagina semalaman.

Namun, Anda harus sangat berhati-hati saat menggunakan minyak pohon teh, karena dapat mengiritasi kulit, dan dinding vagina sangat sensitif.

Minyak pohon teh adalah minyak esensial dan perlu dicampur dengan minyak carrier. Orang dapat menggunakan 3-5 tetes minyak pohon teh dalam 1 ons minyak kelapa hangat untuk merendam tampon. Penting untuk mengganti tampon secara teratur.

Selain itu, orang mungkin alergi terhadap minyak pohon teh. Uji minyak yang diencerkan di area sebesar koin di lengan bawah, dan jika tidak ada reaksi dalam 12 hingga 24 jam, mungkin aman untuk digunakan di area genital yang lebih sensitif.

Peneitian lain menunjukkan bahwa komponen minyak pohon teh (terpinen-4-ol) meningkatkan aktivitas obat antijamur umum fluconazole. Obat ini dapat digunakan untuk mengobati candida albicans yang resisten terhadap obat.

4. Suplemen probiotik

Beberapa suplemen probiotik mungkin menawarkan solusi alami untuk infeksi ragi. Suplemen probiotik ini tersedia di apotek atau toko obat.

Beberapa merek suplemen probiotik menjual produk yang diformulasikan khusus untuk kesehatan reproduksi wanita. Produk ini bertujuan untuk memulihkan keseimbangan bakteri dan ragi di vagina. Suplemen diambil secara oral atau dimasukkan ke dalam vagina.

Dalam sebuah studi tahun 2012, wanita dengan infeksi ragi kronis memasukkan pil probiotik yang diformulasikan khusus ke dalam vagina. Hampir 87% dari mereka melaporkan perbaikan pada gejala mereka. Pengobatan ini juga memiliki efek jangka panjang pada ragi yang bertanggung jawab atas infeksi.

Dalam studi tersebut, wanita tersebut menggunakan satu pil semalam selama seminggu. Kemudian mereka memasukkan satu buah setiap malam ketiga selama 3 minggu. Setelah itu, mereka menggunakan pengobatan hanya sekali seminggu sebagai langkah pencegahan.

Peneitian lain menunjukkan bahwa probiotik lactobacilli dapat meningkatkan efektivitas obat antijamur yang diambil oleh wanita dengan infeksi ragi vagina.

5. Yogurt alami

Yogurt alami, tanpa pemanis, dan tanpa rasa mengandung bakteri bermanfaat, yang disebut probiotik. Bakteri ini berkontribusi terhadap kesehatan dan membantu memulihkan keseimbangan bakteri dan ragi dalam tubuh.

Sebuah tinjauan penelitian tahun 2006 menemukan bahwa jenis probiotik tertentu mungkin melawan beberapa ragi yang menyebabkan infeksi ragi vagina. Meskipun para penilai menunjukkan masalah dengan beberapa penelitian yang mereka kutip, banyak orang melaporkan merasa lega dengan:

  • mengonsumsi yogurt
  • mengoleskan yogurt di vulva sekitar vagina
  • memasukkan yogurt ke dalam vagina

6. Minyak kelapa

Minyak kelapa memiliki sifat antijamur dan telah terbukti melawan ragi Candida albicans. Minyak kelapa organik mentah dapat diterapkan secara internal atau eksternal untuk meredakan gejala.

Minyak kelapa hangat juga dapat digunakan sebagai minyak carrier untuk minyak esensial antijamur yang lebih kuat, termasuk minyak pohon teh atau minyak oregano.

Minyak kelapa tersedia untuk dibeli secara online. Beberapa produk mungkin khusus untuk memasak, daripada untuk penggunaan pada kulit, jadi Anda perlu membandingkan produk dan merek untuk memilih produk yang tepat.

7. Bawang putih

Bawang putih adalah antijamur dan antibiotik. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa mengonsumsi bawang putih tidak berpengaruh pada tingkat ragi di vagina.

Sebagai alternatif untuk mengonsumsi bawang putih, beberapa wanita mencoba menggunakan bawang putih secara internal. Mereka mengklaim meredakan gejala infeksi ragi dengan menempatkan siung bawang putih yang diulas dengan benang ke dalam vagina semalaman. Ini adalah pengobatan dengan risiko rendah untuk infeksi ragi.

Orang-orang dengan kulit sensitif mungkin mengalami sensasi terbakari dan bahkan kerusakan kulit. Oleh karena itu, orang-orang tidak boleh menggunakan bawang putih jika mereka memiliki kulit sensitif. Jika sensasi terbakari semakin parah, orang-orang harus menghentikan penggunaan.

Selain itu, krim vagina yang mengandung bawang putih dan thyme ditemukan seefektif krim vagina clotrimazole dalam pengobatan infeksi ragi.

8. Minyak oregano

Minyak oregano liar dapat memperlambat atau menghentikan pertumbuhan ragi.
Minyak oregano liar dapat memperlambat atau menghentikan pertumbuhan ragi.

Kebanyakan minyak oregano dibuat menggunakan oregano umum, origanum marjoram, yang tidak memiliki sifat khusus.

Namun, minyak oregano yang dibuat dari oregano liar, origanum vulgare, mengandung dua antijamur yang kuat: thymol dan carvacrol.

Penggunaan minyak oregano liar dapat menghentikan atau menghambat pertumbuhan Candida albicans. Kapsul yang mengandung minyak oregano dapat dimasukkan ke dalam vagina pada malam hari. Sebagai alternatif, Anda dapat mengoleskan minyak ke dalam tampon sebelum dimasukkan ke dalam vagina. Membandingkan produk yang berbeda sangat disarankan.

Minyak esensial harus dicampur dengan minyak carrier sebelum digunakan dan jangan pernah dioleskan langsung ke kulit. Seseorang dapat mencampurkan 3-5 tetes minyak esensial oregano dalam 1 ons minyak almond manis, minyak kelapa hangat, atau minyak zaitun. Tampon harus direndam dalam campuran ini selama beberapa menit, kemudian dimasukkan dan diganti setiap 2-4 jam selama siang hari. Orang tidak boleh membiarkan tampon berobat di vagina selama lebih dari 6 jam. Sangat disarankan untuk menguji minyak oregano di lengan bawah untuk melihat apakah Anda alergi terhadapnya atau tidak, sebelum digunakan.

Kapan harus menghindari metode pengobatan di rumah

Banyak metode pengobatan di rumah aman bagi sebagian besar orang dengan infeksi ragi. Namun, orang-orang berikut sebaiknya tidak mencoba mengobati diri sendiri:

  • wanita hamil
  • siapa saja yang telah terpapar infeksi menular seksual
  • orang dengan infeksi ragi berulang
  • orang yang tidak yakin apakah gejala mereka disebabkan oleh infeksi ragi

Cara mencegah infeksi ragi

Infeksi ragi vagina adalah masalah umum, tetapi Anda dapat mencegahnya dengan mengambil tindakan pencegahan yang sederhana. Tindakan ini meliputi:

  • memakai pakaian longgar dan pakaian dalam dari katun
  • menghindari jeans ketat dan pantyhose, karena ragi berkembang biak di lingkungan yang lembap dan hangat
  • segera mengganti pakaian renang atau pakaian olahraga yang basah
  • menghindari semprotan vagina, parfum, dan lotion, yang dapat mengiritasi vagina dan menyebabkan ketidakseimbangan bakteri dan ragi
  • mengeringkan area genital dengan baik setelah mandi
  • menghindari pencucian vagina
  • menggunakan pelumas berbasis air saat berhubungan seksual
  • mandi setelah berhubungan seksual dan seks oral
  • mengonsumsi probiotik atau makanan kaya probiotik
  • mengurangi konsumsi gula, karena ragi memanfaatkan gula
  • mengonsumsi antibiotik hanya saat diperlukan, karena obat ini mempengaruhi keseimbangan bakteri dan ragi dalam tubuh
  • mempertimbangkan pilihan kontrasepsi, karena kontrasepsi berbasis estrogen dapat mempromosikan pertumbuhan ragi

Gejala infeksi ragi

Gejala infeksi ragi meliputi:

  • rasa sakit, gatal, atau sensasi terbakar di dalam atau di sekitar vagina
  • sensasi terbakar di vagina saat berkemih
  • sakit saat berhubungan seksual
  • ruam kulit
  • keluarnya cairan vagina yang kental dan putih, menyerupai keju cottage
  • kemerahan pada kulit
  • pembengkakan
  • retakan atau luka pada kulit

Pada pria, gejalanya terlihat pada ujung penis dan meliputi:

  • kemerahan kulit
  • iritasi kulit
  • gatal
  • keluarnya cairan dari penis

Kapan Anda perlu menemui dokter?

Walaupun metode pengobatan ini dapat menyelesaikan banyak kasus infeksi ragi, mereka tidak efektif dalam semua situasi.

Penting bagi orang untuk mencari perawatan medis jika:

  • mereka sedang hamil
  • ini adalah infeksi ragi pertama mereka, karena diagnosis medis diperlukan
  • infeksi ragi parah, atau terdapat retakan atau luka pada kulit
  • infeksi berulang, muncul 4 kali atau lebih dalam setahun
  • gejala tidak membaik dalam beberapa hari setelah pengobatan mandiri
  • terdapat penyakit medis yang mendasari, seperti diabetes atau sistem kekebalan tubuh yang terganggu