Menangani infeksi sinus bisa menjadi tantangan yang khusus selama masa kehamilan.
Infeksi sinus adalah komplikasi umum dari virus flu dan alergi. Infeksi sinus dapat menyebabkan hidung tersumbat yang menyakitkan (rinore) dan gejala lainnya.
Para ahli menyarankan bahwa perubahan hormonal dapat berperan dalam rinore yang dipicu oleh kehamilan, yang biasanya terjadi pada trimester kedua dan ketiga dan hilang dalam waktu 2 minggu setelah melahirkan.
Terlepas dari penyebab infeksi sinus selama masa kehamilan, penting untuk mengetahui cara meredakan gejala dengan aman. Pelajari lebih lanjut dalam artikel ini.
Apakah infeksi sinus mempengaruhi janin?

Infeksi sinus pada dirinya sendiri kecil kemungkinannya untuk membahayakan janin yang sedang berkembang. Namun, dalam kasus langka, gejala infeksi sinus dapat menyebabkan komplikasi.
Kehamilan juga dapat mempengaruhi tingkat keparahan gejala infeksi sinus.
Misalnya, dalam sebuah penelitian tentang pengaruh indeks massa tubuh (BMI) wanita hamil dan tahap kehamilan terhadap hidung tersumbat, para peneliti menemukan bahwa baik BMI yang meningkat maupun usia kehamilan memiliki pengaruh signifikan terhadap tingkat hidung tersumbat selama masa kehamilan.
Mereka menyarankan bahwa wanita dengan diabetes gestasional atau kehamilan ganda (seperti kembar atau tiga) mungkin memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami rinore yang dipicu oleh kehamilan. Dalam kasus kehamilan ganda, risiko tinggi bisa disebabkan oleh peningkatan hormon kehamilan.
Para peneliti juga mengusulkan bahwa hidung tersumbat yang persisten dapat menimbulkan risiko bagi perkembangan dan pertumbuhan janin karena penurunan oksigen secara bertahap.
Namun, komplikasi seperti ini jarang terjadi, dan dengan pengobatan yang tepat, risiko terhadap janin sangat rendah.
Sebuah studi sebelumnya menemukan bahwa hidung tersumbat akibat alergi tidak mempengaruhi hasil kelahiran. Bahkan, ada kejadian lebih rendah dari kelainan kongenital pada bayi-bayi dari wanita yang mengalami gejala ini.
Pengobatan aman untuk wanita hamil
Sementara Anda mungkin ingin menggunakan obat bebas (OTC) umum untuk mendapatkan bantuan cepat, beberapa obat dapat berbahaya, tergantung pada tahap kehamilan.
Misalnya, aspirin dapat menyebabkan masalah dengan pembekuan darah dan dapat mempengaruhi jantung atau paru-paru janin pada tahap akhir kehamilan.
Kadang-kadang, dokter mungkin meresepkan dosis rendah aspirin untuk beberapa komplikasi kehamilan, seperti preeklampsia. Dosis ini tampaknya tidak berbahaya, jadi dokter akan menggunakannya jika mereka merasa manfaatnya lebih besar daripada risikonya.
Dokter mungkin meresepkan kortikosteroid untuk meredakan hidung tersumbat, tetapi hanya setelah trimester pertama.
Lebih baik menghindari obat-obatan berikut selama kehamilan, meskipun beberapa dokter mungkin meresepkan obat ini pada dosis rendah, terutama bagi orang yang memiliki alergi:
- dekongestan oral
- antihistamin
- ibuprofen
- ekspektoran
Obat efektif OTC lainnya dan pengobatan rumahan aman untuk digunakan selama masa kehamilan. Seorang dokter dapat memberikan saran tentang opsi pengobatan yang sesuai.
Pengobatan rumahan
Beberapa pengobatan rumahan mungkin membantu meredakan gejala. Anda bisa mencoba pengobatan berikut:
- menggunakan irigasi hidung saline atau tetes hidung saline, yang direkomendasikan oleh para ahli sebagai pengobatan yang cocok
- menggunakan beberapa bantal tambahan untuk mengangkat kepala saat berbaring, yang dapat mengurangi hidung tersumbat
- mendapatkan cukup tidur untuk membantu sistem kekebalan tubuh melawan infeksi
- minum banyak cairan, termasuk air dan kaldu jernih, untuk tetap terhidrasi
- mencondongkan tubuh di atas mangkuk berisi air panas dengan handuk di atas kepala atau berdiri di bawah pancuran hangat, untuk memanfaatkan uap guna membersihkan saluran hidung
- menggunakan humidifier di kamar tidur di malam hari
Gejala infeksi sinus
Gejala paling umum dari infeksi sinus adalah nyeri di sekitar hidung dan pipi.
Infeksi menyebabkan peradangan di sinus, yang merupakan rongga berisi udara di belakang tulang pipi dan dahi.
Peradangan ini mencegah lendir di sinus mengalir dengan baik, menyebabkan rasa sakit dan tekanan.

Gejala lain dari infeksi sinus meliputi:
- sakit kepala
- hidung tersumbat
- throat sakit
- energi rendah
- demam
- batu kering
- sakit gigi
Kapan Anda perlu menemui dokter?
Dalam kebanyakan kasus, orang bisa mengobati infeksi sinus dengan pengobatan rumahan. Namun, jika seorang wanita hamil mengalami gejala berikut, lebih baik untuk menemui dokter:
- demam di atas 101 derajat F (38,3 derajat C)
- batuk dengan lendir hijau atau kuning
- tidak dapat makan atau tidur
- infeksi sinus yang kambuh
Seorang dokter mungkin meresepkan obat untuk membersihkan infeksi, dengan mempertimbangkan kesehatan keseluruhan wanita dan trimester kehamilannya.
Ringkasan
Sakit saat hamil bisa menjadi tantangan yang khusus, karena wanita mungkin tidak bisa mengambil obat OTC reguler mereka.
Pengobatan rumahan adalah cara terbaik untuk mengelola gejala ringan sinusitis selama masa kehamilan.
Dalam beberapa kasus, dokter dapat meresepkan obat yang tidak menimbulkan risiko atau sedikit risiko bagi janin yang sedang berkembang.


