Banyak orang ingin menghapus tato mereka karena perubahan selera pribadi, persyaratan karir, status hubungan, atau untuk menghapus pengingat dari pengalaman masa lalu. Kemajuan teknologi telah meningkatkan presisi dan efektivitas penghapusan tato; Namun, proses ini dapat membawa risiko kesehatan. Artikel ini akan menggambarkan metode penghapusan tato yang tersedia saat ini, serta risiko yang terlibat dalam penghapusan tato.

Metode Penghapusan Tato yang Umum
1. Penghapusan Tato dengan Laser
Penghapusan tato dengan laser adalah metode yang paling umum dan efektif. Metode ini menggunakan sinar laser dengan intensitas tinggi untuk memecah partikel tinta di kulit. Partikel tinta ini kemudian secara bertahap dihilangkan oleh sistem kekebalan tubuh.

– Jenis laser: Laser yang digunakan paling sering untuk penghapusan tato adalah laser Q-switched (Nd:YAG, Alexandrite, dan Ruby). Laser Nd:YAG sangat efektif untuk warna tinta gelap seperti hitam dan biru, sementara laser Alexandrite dan Ruby digunakan untuk warna yang lebih terang seperti hijau dan merah.
– Prosedur: Selama setiap sesi, perangkat laser menargetkan tinta tato dengan pulsa cahaya yang intens. Panas dari laser memecah partikel tinta menjadi fragmen yang lebih kecil yang dapat diserap dan dihilangkan secara alami oleh tubuh. Kacamata pelindung digunakan untuk melindungi mata dari cahaya laser.
– Jumlah sesi: Umumnya, dibutuhkan 5-10 sesi untuk penghapusan lengkap, tergantung pada ukuran, warna, kedalaman, dan usia tato. Tato yang lebih besar dan berwarna-warni biasanya memerlukan lebih banyak sesi.
– Nyeri dan efek samping: Pasien sering menggambarkan sensasi ini mirip dengan dipukul dengan karet gelang. Efek samping mungkin termasuk kemerahan kulit, pembengkakan, lepuh, dan perubahan pigmen sementara. Perangkat pendingin atau krim anastesi sering digunakan untuk mengurangi ketidaknyamanan selama prosedur.
2. Eksisi Bedah
Dalam kasus di mana penghapusan laser tidak efektif atau untuk tato yang lebih kecil, eksisi bedah mungkin menjadi pilihan. Ini melibatkan pemotongan kulit yang tertato dan menjahit kulit di sekitarnya.
– Prosedur: Area yang tertato dibersihkan dan dibius dengan anestesi lokal. Pisau bedah digunakan untuk mengangkat kulit yang tertato, dan tepi kulit yang tersisa dijahit bersama. Untuk tato yang lebih besar, mungkin diperlukan cangkok kulit.
– Keuntungan: Penghapusan lengkap dalam satu prosedur, menjadikan metode ini pilihan menarik untuk tato kecil atau tato di area yang tidak terlalu memperhatikan bekas luka.
– Kerugian: Menyisakan bekas luka yang terlihat, dan metode ini umumnya tidak cocok untuk tato besar. Anda akan merasa sakit, dan proses penyembuhan memerlukan pemantauan yang cermat untuk menghindari komplikasi.
– Waktu pemulihan: Penyembuhan bisa memakan waktu beberapa minggu, dan pasien mungkin mengalami ketidaknyamanan selama periode pemulihan. Perawatan untuk mengurangi bekas luka mungkin disarankan setelah operasi.
3. Dermabrasi
Dermabrasi adalah prosedur yang menggunakan perangkat berputar untuk mengikis lapisan luar kulit, menghilangkan tinta tato dalam prosesnya.
– Prosedur: Dokter kulit membius kulit dengan anestesi lokal atau agen pendingin sebelum menggunakan perangkat abrasif untuk menghilangkan lapisan kulit teratas. Proses ini mengekspos partikel tinta, yang kemudian secara bertahap dihilangkan saat kulit sembuh.
– Efektivitas: Dermabrasi kurang presisi dibandingkan penghapusan laser dan paling efektif untuk tato yang lebih kecil atau tato dengan warna tinta yang lebih terang. Metode ini jarang digunakan saat ini karena sifatnya yang invasif dan risiko komplikasi yang lebih tinggi.
– Efek samping: Prosedur ini dapat menyakitkan dan memiliki risiko tinggi akan bekas luka, infeksi, dan perubahan warna kulit. Penyembuhan bisa memakan waktu beberapa minggu, di mana area kulit yang diobati memerlukan perawatan yang teliti.
4. Penghapusan Tato dengan Bahan Kimia
Penghapusan tato dengan bahan kimia menggunakan larutan berbasis asam untuk menghilangkan tinta tato. Metode ini kurang umum karena risiko tinggi kerusakan kulit dan komplikasi.
– Prosedur: Larutan kimia, seperti asam trikloroasetat (TCA), diterapkan pada area yang tertato untuk mengupas lapisan luar kulit. Proses ini diulang selama beberapa sesi hingga tinta memudar.
– Efektivitas: Metode ini tidak terlalu dapat diandalkan dan sering kali menghasilkan penghapusan tato yang tidak lengkap. Metode ini lebih mungkin menyebabkan tekstur kulit yang tidak merata dan perubahan warna.
– Efek samping: Terdapat risiko tinggi akan luka bakar pada kulit, bekas luka, dan iritasi yang parah. Penghapusan tato dengan bahan kimia tidak direkomendasikan oleh sebagian besar dokter kulit karena potensi bahaya yang ditimbulkan.
Risiko Kesehatan dari Penghapusan Tato
Risiko terkait kulit
- Bekas luka: Bekas luka adalah risiko paling umum dari penghapusan tato. Metode seperti eksisi bedah dan dermabrasi secara inheren melibatkan kerusakan jaringan, yang sering meninggalkan bekas luka permanen. Bahkan perawatan laser dapat menyebabkan bekas luka jika kulit bereaksi buruk terhadap panas atau jika perawatan setelahnya tidak dilakukan dengan baik.
- Hiperpigmentasi atau hipopigmentasi: Perawatan laser dapat mengganggu pigmentasi alami kulit. Hiperpigmentasi (noda gelap) atau hipopigmentasi (noda terang) dapat terjadi, terutama pada individu dengan warna kulit lebih gelap. Perubahan pigmentasi ini dapat memakan waktu berbulan-bulan untuk memudar dan, dalam beberapa kasus, dapat bersifat permanen.
- Infeksi: Luka terbuka atau kulit yang rusak akibat metode penghapusan tato dapat terinfeksi jika tidak dirawat dengan baik. Gejala infeksi meliputi kemerahan kulit, rasa hangat, pembengkakan, nyeri, dan nanah. Infeksi yang parah mungkin memerlukan intervensi medis dan dapat menyebabkan kerusakan kulit yang berkepanjangan.

Reaksi alergi
Penghapusan tato dapat memicu reaksi alergi, terutama jika tinta tato mengandung zat reaktif seperti sulfida merkuri atau kromium. Reaksi alergi dapat muncul sebagai:
- Dermatitis kontak: Kulit merah, gatal, dan meradang di sekitar area yang diobati.
- Pembengkakan dan kemerahan pada kulit: Pembengkakan kulit yang berkepanjangan dan ketidaknyamanan, kadang-kadang memerlukan antihistamin atau perawatan medis.
Pada kasus yang jarang, reaksi ini dapat berkembang menjadi respons alergi sistemik yang lebih parah.
Luka bakar dan lepuh
Panas yang dihasilkan oleh perawatan laser dapat menyebabkan luka bakar dan lepuh pada kulit. Meskipun cedera ini biasanya bersifat sementara, penanganan yang tidak tepat dapat menyebabkan infeksi atau bekas luka. Mendinginkan kulit selama dan setelah prosedur dapat membantu meminimalkan risiko ini.
Risiko Kesehatan dari Tinta Tato
Selama proses penghapusan tato, partikel tinta yang terpecah diserap ke dalam aliran darah dan sistem limfatik. Hal ini menimbulkan kekhawatiran tentang potensi toksisitas:
- Logam berat: Banyak tinta tato mengandung logam berbahaya seperti timbal, kadmium, dan merkuri, yang dapat menumpuk di dalam tubuh.
- Karsinogen: Tinta hitam sering mengandung hidrokarbon aromatik polisiklik (PAHs), yang diketahui memiliki sifat karsinogenik.
- Respons imun: Sistem kekebalan tubuh dapat bereaksi terhadap lonjakan mendadak partikel tinta, menyebabkan inflamasi atau respons imun lainnya.
Faktor yang Mempengaruhi Hasil Penghapusan Tato
Hasil penghapusan tato dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk:
- Ukuran dan lokasi tato: Tato yang lebih besar atau tato di area dengan sirkulasi darah yang buruk, seperti pergelangan kaki, lebih sulit untuk dihilangkan.
- Usia tato: Tato lama biasanya lebih mudah dihilangkan karena tinta telah memudar seiring waktu.
- Warna tinta: Tinta hitam dan biru gelap respons terbaik terhadap perawatan laser, sementara tinta hijau, kuning, dan putih lebih sulit untuk dihapus.
- Jenis kulit: Individu dengan warna kulit lebih gelap mungkin memerlukan pengaturan laser khusus untuk menghindari perubahan pigmen.
Praktik Terbaik untuk Penghapusan Tato yang Aman
Memilih profesional yang berkualifikasi
Selalu cari dokter kulit bersertifikat atau praktisi berlisensi untuk penghapusan tato. Mereka menggunakan peralatan yang disetujui dan teknik yang tepat.
Menerapkan perawatan diri setelah penghapusan tato
Langkah-langkah umum meliputi:
- Menjaga area kulit yang dirawat tetap bersih dan kering.
- Menghindari paparan sinar matahari secara langsung.
- Menerapkan salep yang diresepkan untuk membantu penyembuhan.
- Menahan diri dari menggaruk bekas luka atau lepuh.
Menghindari metode yang tidak teratur
Krim penghapus tato DIY dan prosedur yang tidak teratur tidak direkomendasikan. Ini dapat menyebabkan kerusakan kulit yang parah dan umumnya tidak efektif.


