Bagi banyak orang, sulit untuk menolak godaan steak yang dimasak dengan baik atau hamburger yang juicy. Meskipun daging penuh dengan nutrisi, ia juga mengandung sejumlah racun kimiawi alami, lemak jenuh, dan unsur-unsur yang membuat kita sulit mencerna. Mengonsumsi daging terlalu banyak dapat mengakibatkan konsekuensi serius, mulai dari peningkatan risiko diabetes, penyakit jantung, hingga kanker.
Kami telah meneliti tanda-tanda bahwa sistem pencernaan Anda tidak dapat mencerna daging dengan baik. Mari kita lihat seberapa banyak dari tanda-tanda ini yang mungkin Anda alami.
1. Sembelit

Kita semua memiliki sistem pencernaan yang berbeda, tergantung pada genetika dan kebiasaan makan kita. Tergantung pada potongan daging, beberapa di antaranya cukup tinggi lemak. Lemak memerlukan waktu lebih lama untuk dicerna oleh tubuh, dan itulah sebabnya mereka dapat menyebabkan gangguan pencernaan keesokan harinya. Sembelit dapat disebabkan oleh tinggi zat besi yang biasanya ditemukan dalam daging merah (sapi, babi, atau domba). Selain itu, daging merah rendah serat, yang sangat penting untuk buang air besar yang teratur.
Saran: Beberapa studi mengungkapkan bahwa mengonsumsi terlalu banyak daging merah dapat meningkatkan kemungkinan berkembangnya kanker usus besar. Cobalah untuk mengonsumsi daging merah dalam jumlah terbatas (100-200 gram, hanya dua kali seminggu) dengan banyak sayuran atau biji-bijian. Sebaiknya hindari makan hati dan ginjal. Gantilah dengan makanan laut atau ayam, dan pilih daging yang direbus dibandingkan yang digoreng.
2. Selalu merasa lapar

Makan makanan yang tinggi zat besi, seperti daging merah, dapat meningkatkan nafsu makan. Karena zat besi menekan produksi leptin, yaitu hormon yang membuat Anda merasa kenyang. Leptin juga memperlambat metabolisme kita. Dan zat besi adalah satu-satunya mineral yang tidak bisa dihilangkan secara alami oleh tubuh kita. Jadi, semakin banyak zat besi yang Anda konsumsi, semakin rendah tingkat leptin Anda, dan semakin besar kemungkinan Anda akan makan berlebihan. Jadi, jika Anda secara misterius mengalami kenaikan berat badan, coba kurangi konsumsi daging merah.
Saran: Jika Anda merasa selalu lapar, cobalah untuk makan camilan yogurt dengan beri. Cobalah untuk mengurangi daging selama beberapa hari, dan lihat apakah Anda merasa lebih baik.
3. Lingkaran gelap di bawah mata

Jangan terjebak berasumsi bahwa lingkaran gelap di bawah mata disebabkan oleh kurang tidur atau kelelahan. Tidak mencerna daging dengan baik dapat mengganggu penampilan Anda. Jika Anda mendapati lingkaran gelap di bawah mata keesokan harinya setelah makan daging, maka itu adalah tanda bahwa daging tersebut tidak dicerna.
Lapisan usus yang terganggu memungkinkan partikel daging melewati dinding usus dan langsung masuk ke aliran darah tanpa terurai, dan dianggap sebagai “penyerbu” asing. Tubuh akan mencoba memproduksi antibodi tertentu untuk menghilangkan zat asing tersebut, dan reaksi terhadap proses ini dapat menyebabkan lingkaran gelap di bawah mata. Gejala ini biasanya diabaikan oleh profesional kesehatan.
4. Tekanan darah tinggi

Jika Anda mengalami tekanan darah tinggi, ini bisa menjadi tanda bahwa saatnya untuk mengurangi makan daging. Daging olahan dan daging yang dimasak mengandung kadar natrium yang tinggi, karena biasanya diawetkan, dibumbui, dan diawetkan dengan garam. Selain itu, kulit ayam dan daging merah tinggi lemak jenuh. Semua makanan ini dapat memperburuk hipertensi, bahkan dapat menyebabkan penyakit jantung koroner.
Saran: Cobalah untuk mengurangi jumlah daging yang Anda konsumsi, dan beralihlah ke sayuran. Jika Anda tidak dapat menolak makan daging, cobalah untuk beralih ke daging yang lebih ramping dan makanan laut, karena biasanya lebih rendah lemak.
5. Nafas dan bau badan yang tidak sedap

Nafas dan bau badan yang tidak sedap adalah tanda bahwa tubuh Anda tidak mencerna daging dengan baik. Jika daging tidak dicerna dengan baik, bau menyengat akan keluar dari sistem pencernaan Anda dan akhirnya masuk ke kulit serta nafas Anda. Jika Anda terus mengalami masalah yang tidak menyenangkan ini, cobalah mengonsumsi enzim pencernaan untuk membantu memecah daging sehingga tidak terakumulasi di usus Anda.
6. Sistem kekebalan tubuh yang melemah

Ketika tubuh Anda tidak dapat mencerna daging dengan baik, Anda mungkin lebih sering sakit daripada biasanya. Sistem kekebalan tubuh Anda dapat terpengaruh karena gula alami (disebut Neu5Gc) yang ditemukan dalam daging merah. Sulit bagi tubuh kita untuk mencerna Neu5Gc. Jenis gula ini biasanya diproduksi oleh hewan karnivora dan memungkinkan mereka untuk mempertahankan pola makan daging. Tubuh kita tidak memproduksi jenis gula ini, dan itulah mengapa tubuh kita menganggapnya sebagai zat asing, dan memicu reaksi kekebalan yang beracun. Reaksi ini dapat menyebabkan banyak masalah kesehatan lainnya, dengan kanker sebagai yang paling serius.
Saran: Cobalah untuk mengonsumsi lebih banyak makanan bergizi seperti quinoa, kacang-kacangan, sayuran hijau, dan buah-buahan. Makanan ini menyediakan antioksidan, serat, dan protein yang penting, dan memastikan bahwa semua kebutuhan makro-nutrien dan mikro-nutrien Anda terpenuhi. Jadi jika Anda harus makan daging, pastikan untuk menyeimbangkannya dengan makanan sehat yang disebutkan di atas, atau dengan salad. Jangan lupa berolahraga dan mendapatkan cukup vitamin D untuk mendukung sistem kekebalan tubuh Anda.
7. Kelelahan

Jika setelah makan daging Anda merasa lesu atau lelah, jangan anggap itu sebagai perilaku yang normal. Ini berarti bahwa tubuh Anda tidak dapat mencerna daging, dan daging terjebak di usus Anda. Sistem pencernaan Anda perlu bekerja lebih keras untuk mencerna daging dan menggunakan lebih banyak energi, yang membuat Anda merasa lelah. Juga, jika Anda merasa seperti mengangkut sesuatu yang berat di perut Anda setelah makan daging, saatnya untuk beralih sepenuhnya ke makanan yang hijau dan segar: buah-buahan, smoothie segar, dan sayuran mentah.
8. Mual

Mual adalah gejala umum dari tidak mencerna daging dengan baik, karena dapat menjadi reaksi terhadap bakteri tertentu dalam daging. Beberapa wanita hamil menemukan bahwa makan daging menyebabkan mereka merasa sangat mual. Alasan lain adalah bahwa sesuatu dalam tubuh Anda (mungkin organ yang bekerja terlalu keras) menolak daging.
Saran: Jika beralih ke salad tidak membantu, dan Anda merasa mual atau mengalami kram perut antara 4 hingga 26 jam setelah makan daging, Anda perlu segera pergi ke dokter.
9. Perut kembung

Produk daging adalah salah satu makanan yang paling sulit dicerna oleh tubuh manusia, karena protein yang terkandung dalam daging (terutama daging merah) lebih sulit dipecah, dan ini dapat menyebabkan kembung. Jumlah besar makanan berlemak seperti daging memperlambat pengosongan perut, yang juga menyebabkan kembung atau ketidaknyamanan. Ketika daging tidak dicerna dengan baik, ini bisa menyebabkan akumulasi racun di dalam tubuh.
Saran: Alih-alih makan steak, Anda bisa makan ikan atau ayam. Tubuh kita lebih mudah mencerna makanan dari hewan-hewan ini. Selalu hidangkan sayuran (kukus atau mentah) sebagai makanan pendamping atau salad. Jika Anda berhenti makan daging, Anda kemungkinan besar akan terbebas dari masalah perut kembung.


