Infeksi jamur payudara adalah jenis kondisi kulit inflamasi yang berkembang di lipatan kulit. Infeksi jamur, yang juga disebut kandidiasis, terjadi ketika jamur Candida tumbuh secara tidak terkendali.
Infeksi jamur dapat berkembang di berbagai bagian tubuh, termasuk:
- mulut dan tenggorokan
- kerongkongan
- vagina
- penis
- anus
- kulit
Jamur Candida adalah sejenis jamur yang secara alami hidup di permukaan kulit dan di dalam saluran pencernaan, mulut, dan vagina pada sekitar 70% orang sehat.
Tingkatan normal jamur Candida mendukung kesehatan secara keseluruhan. Namun, terlalu banyak jamur Candida dapat mengganggu keseimbangan mikroorganisme yang hidup di dalam tubuh. Gangguan dalam keseimbangan ini dapat menyebabkan kandidiasis.
Terdapat lebih dari 150 spesies jamur Candida, tetapi para peneliti percaya bahwa hanya sekitar 20 spesies ini yang dapat menyebabkan infeksi.
Teruslah membaca untuk mengetahui lebih lanjut mengenai infeksi jamur payudara, termasuk gejala, penyebab, dan pilihan pengobatan. Kami juga membahas penyakit lain yang serupa.
Gejala infeksi jamur di payudara

Infeksi jamur dapat menyebabkan ruam merah mengkilap baik di lipatan kulit di bawah dan sekitar payudara atau pada puting susu.
Seperti halnya infeksi jamur di bagian tubuh lainnya, infeksi jamur pada payudara dapat menyebabkan gejala berikut:
- gatal
- sensasi terbakar
- rasa sakit
- bercak-bercak benjol kecil
- lepuh atau pustula yang berisi nanah berbau
Infeksi jamur di bawah atau sekitar payudara dapat menyebabkan intertrigo, ruam yang berkembang di lipatan kulit. Bakteri dan jamur lain selain Candida juga dapat menyebabkan intertrigo.
Orang yang memiliki infeksi jamur jarang menularkan infeksi kepada orang lain. Dalam kebanyakan kasus, seseorang hanya akan mengembangkan infeksi jamur jika terjadi pertumbuhan berlebihan jamur di atas atau di dalam tubuh mereka.
Penyakit lain dengan gejala serupa
Meski sebagian besar orang mengalami intertrigo akibat pertumbuhan berlebihan Candida, bakteri dan jamur lainnya dapat menyebabkan gejala yang serupa.
Beberapa penyakit lain juga dapat menyebabkan gejala yang sangat mirip. Penyakit lain yang dapat menyerupai kandidiasis pada kulit atau intertrigo termasuk:
- eczema
- dermatitis kontak
- dermatitis seboroik
- kurap
- herpes
Diabetes juga dapat menyebabkan beberapa masalah kulit. Beberapa orang mungkin membingungkan masalah ini dengan infeksi jamur payudara.
Penyebab infeksi jamur
Jamur Candida berkembang biak di lingkungan yang hangat dan lembap, seperti di dalam mulut, usus, dan lipatan kulit.
Wanita dapat mengalami infeksi jamur di payudara mereka saat hamil atau menyusui.
Mengenakan baju atau bra yang tidak pas dapat menyebabkan gesekan yang mengganggu pada kulit atau menyebabkan keringat terjebak di lipatan kulit.
Memiliki lemak tubuh berlebih dapat menciptakan lipatan kulit tempat infeksi jamur dapat berkembang.
Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengembangkan infeksi jamur di payudara mereka. Faktor risiko ini termasuk:
- memiliki sistem kekebalan yang lemah akibat usia, infeksi kronis, atau pengobatan
- obesitas
- diabetes tipe 2
- hyperhidrosis atau berkeringat berlebihan
- tinggal di iklim panas dan lembap
- sering mengonsumsi antibiotik atau kortikosteroid
- menggunakan kontrasepsi oral yang mengandung estrogen
Pengobatan infeksi jamur
Orang dapat mengobati infeksi jamur di payudara dengan salep, krim, dan obat tablet antijamur yang bisa didapatkan tanpa resep atau dengan resep dokter.
Infeksi jamur ringan hingga sedang biasanya sembuh dengan menggunakan krim antijamur, seperti klotrimazol (Mycelex). Menjaga kulit yang terkena tetap bersih dan kering dapat membantu mempercepat proses penyembuhan dan menurunkan risiko infeksi ulang.
Infeksi jamur parah yang tidak merespons pengobatan tanpa resep mungkin memerlukan antijamur yang lebih kuat, seperti ketokonazol (Nizoral), di mana resep dari dokter diperlukan.
Orang sebaiknya berkonsultasi dengan dokter jika mereka tidak melihat perbaikan setelah pengobatan antijamur atau mengalami gejala yang semakin memburuk.
Cara mengurangi risiko
Orang yang memiliki infeksi jamur di payudara mungkin mengalami infeksi yang berulang.
Orang yang menderita diabetes tipe 2 atau memiliki sistem kekebalan yang lemah serta wanita yang sedang hamil memiliki risiko lebih tinggi untuk mengembangkan infeksi jamur.
Namun, orang dapat mengurangi risiko mereka untuk mengembangkan infeksi jamur dengan:
- mengenakan pakaian dan pakaian dalam yang dapat bernapas
- mencuci dengan bersih setelah berenang dan berolahraga
- makan makanan seimbang yang tinggi sayuran dan buah-buahan serta rendah karbohidrat sederhana dan makanan olahan
- mempertahankan berat badan yang sehat
- mengelola kondisi kesehatan yang mendasari, seperti diabetes, yang dapat berkontribusi pada infeksi jamur
Ringkasan
Orang dapat mengembangkan intertrigo di bawah payudara sebagai akibat dari infeksi jamur payudara.
Infeksi jamur pada kulit dapat menyerupai kondisi kulit lainnya, seperti eczema, dermatitis, atau kurap. Dokter dapat mendiagnosis infeksi jamur dengan memeriksa sampel kulit untuk tanda-tanda pertumbuhan berlebihan jamur.
Orang yang menderita infeksi jamur payudara dapat mengobati gejalanya dengan obat antijamur yang bisa didapatkan tanpa resep atau dengan resep dokter.
Memiliki sistem kekebalan yang lemah, hidup dengan diabetes, atau sedang hamil dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengembangkan infeksi jamur.
Untuk infeksi jamur yang berulang, orang sebaiknya berbicara dengan dokter mereka tentang perubahan gaya hidup dan pengobatan medis.


