Begadang telah lama menjadi topik pembicaraan terkait dampaknya terhadap kesehatan kita, khususnya hubungannya dengan berat badan. Meskipun sudah umum diketahui bahwa kurang tidur dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, dampaknya terhadap berat badan—apakah menyebabkan kenaikan atau penurunan—lebih kompleks. Sebenarnya, begadang dapat mempengaruhi berat badan Anda, tetapi cara pengaruhnya tergantung pada beberapa faktor, termasuk kebiasaan makan, aktivitas fisik, dan seberapa konsisten Anda kekurangan tidur. Mari kita pelajari bagaimana begadang dapat memengaruhi kenaikan atau penurunan berat badan.
Bagaimana begadang dapat menyebabkan kenaikan berat badan
- Ketidakseimbangan hormon: Ketika Anda begadang dan tidak mendapatkan cukup tidur, kadar hormon dalam tubuh Anda bisa menjadi tidak seimbang. Dua hormon kunci yang terlibat dalam mengatur nafsu makan—ghrelin dan leptin—terpengaruh secara signifikan. Ghrelin, hormon yang merangsang rasa lapar, meningkat ketika Anda kekurangan tidur, membuat Anda merasa lebih lapar. Di sisi lain, leptin, hormon yang memberi sinyal kenyang, menurun, yang menyebabkan Anda makan lebih banyak dari biasanya. Ketidakseimbangan ini dapat mengarah pada makan berlebihan dan, akibatnya, kenaikan berat badan.
- Snacking larut malam yang meningkat: Begadang sering kali mengubah pola makan. Banyak orang yang begadang cenderung ngemil di malam hari, biasanya memilih makanan yang tinggi kalori dan tidak sehat. Asupan makanan tambahan ini—terutama pada saat tubuh kurang aktif—dapat menyebabkan surplus kalori, yang berkontribusi pada kenaikan berat badan dari waktu ke waktu. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang begadang cenderung mengonsumsi makanan yang tinggi gula, lemak, dan karbohidrat olahan, yang semuanya dapat mendorong kenaikan berat badan.
- Aktivitas fisik yang berkurang: Jika Anda sering begadang, Anda mungkin merasa terlalu lelah keesokan harinya untuk berpartisipasi dalam aktivitas fisik atau olahraga. Kurangnya energi akibat tidur yang buruk dapat mengurangi motivasi Anda untuk tetap aktif, mengarah pada gaya hidup yang lebih sedentari. Penurunan pergerakan dan olahraga berarti lebih sedikit kalori yang terbakar, meningkatkan kemungkinan kenaikan berat badan.
- Gangguan ritme sirkadian: Begadang mengganggu ritme sirkadian alami tubuh Anda, jam internal yang mengatur siklus tidur-bangun dan banyak proses fisiologis lainnya. Ritme sirkadian yang terganggu dapat memengaruhi bagaimana tubuh Anda memproses energi dan menyimpan lemak. Studi menunjukkan bahwa begadang dapat mengubah metabolisme tubuh, menyebabkan tubuh menyimpan lebih banyak lemak, terutama di sekitar perut.
- Stres dan kortisol: Ketika Anda tidak mendapatkan cukup tidur, tubuh Anda dapat mengalami tingkat stres yang lebih tinggi. Stres ini sering memicu pelepasan kortisol, hormon yang terkait dengan penyimpanan lemak, terutama di area perut. Tingginya kadar kortisol dapat menyebabkan keinginan untuk makanan tinggi kalori dan dapat memperlambat metabolisme Anda, memudahkan Anda untuk meningkatkan berat badan.
Apakah begadang dapat menyebabkan penurunan berat badan?
Meskipun begadang sering kali menyebabkan kenaikan berat badan, ada kalanya hal ini bisa menyebabkan penurunan berat badan. Namun, ini biasanya disebabkan oleh alasan yang tidak sehat.
- Hilangnya nafsu makan: Bagi sebagian orang, begadang atau kurang tidur dapat menyebabkan penurunan nafsu makan. Hal ini bisa disebabkan oleh tubuh yang berada dalam keadaan stres atau kelelahan, yang mungkin membuat makanan menjadi kurang menarik. Dalam hal ini, penurunan berat badan dapat terjadi, tetapi ini bukan cara yang sehat atau berkelanjutan untuk menurunkan berat badan, karena biasanya disertai dengan kekurangan nutrisi dan efek kesehatan negatif lainnya.
- Peningkatan metabolisme pada beberapa individu: Dalam kasus yang jarang terjadi, begadang dapat berpotensi meningkatkan metabolisme pada individu tertentu. Efek ini biasanya terkait dengan stres dan respons “fight or flight” tubuh, yang dapat sementara meningkatkan pengeluaran energi. Namun, mengandalkan kekurangan tidur untuk membakar lebih banyak kalori tidaklah sehat atau efektif dalam jangka panjang.
- Pilihan nutrisi yang buruk yang menyebabkan malnutrisi: Beberapa orang yang begadang mungkin memiliki jadwal makan yang tidak teratur dan, seiring waktu, mungkin secara tidak sengaja melewatkan waktu makan atau makan dengan buruk. Meskipun ini dapat menghasilkan penurunan berat badan, sering kali disertai dengan malnutrisi dan kehilangan otot, alih-alih kehilangan lemak yang sehat.
Dampak jangka panjang dari begadang terhadap berat badan
Seiring berjalannya waktu, begadang secara konsisten dapat menyebabkan konsekuensi serius bagi berat badan dan kesehatan Anda secara keseluruhan. Penelitian telah menunjukkan bahwa kekurangan tidur kronis terkait dengan risiko obesitas yang lebih tinggi. Alasan utamanya adalah ketidakseimbangan hormon, peningkatan asupan kalori, dan pengurangan aktivitas fisik yang sering menyertai pola tidur yang buruk. Tidur sangat penting untuk mengatur metabolisme, nafsu makan, dan tingkat energi, sehingga secara konsisten melewatkannya dapat memiliki dampak jangka panjang yang signifikan pada tubuh Anda.
Tips mengelola berat badan jika Anda begadang
Jika begadang tidak dapat dihindari karena pekerjaan, sekolah, atau alasan pribadi, ada langkah-langkah yang dapat Anda ambil untuk meminimalkan dampaknya terhadap berat badan Anda:
- Rencanakan camilan sehat: Jika Anda cenderung ngemil larut malam, coba sediakan pilihan yang sehat dan rendah kalori, seperti buah-buahan, sayuran, atau kacang-kacangan. Hindari camilan yang tinggi gula dan lemak yang dapat menyebabkan kenaikan berat badan.
- Jaga pola makan yang seimbang: Meskipun Anda begadang, penting untuk makan secara teratur dengan makanan yang seimbang sepanjang hari. Melewatkan waktu makan atau makan berlebihan di malam hari dapat mengganggu metabolisme Anda dan berkontribusi pada kenaikan berat badan.
- Olahraga secara teratur: Luangkan waktu untuk beraktivitas fisik, meskipun Anda merasa lelah setelah begadang. Olahraga dapat membantu mengatur metabolisme Anda dan mengimbangi beberapa dampak negatif dari kekurangan tidur terhadap berat badan Anda.
- Utamakan tidur jika memungkinkan: Meskipun begadang sesekali mungkin tak terhindarkan, usahakan untuk menjadikan tidur sebagai prioritas sebisa mungkin. Bahkan tidur siang singkat di siang hari dapat membantu mengembalikan tingkat energi Anda dan mengurangi kemungkinan makan berlebihan atau membuat pilihan makanan yang buruk.
- Kelola stres: Karena stres dan kurang tidur sering berkaitan, penting untuk menemukan cara untuk mengelola stres. Melakukan teknik relaksasi, seperti meditasi atau pernapasan dalam, dapat membantu menurunkan kadar kortisol dan meningkatkan kesehatan Anda secara keseluruhan.
Secara keseluruhan, begadang dapat mempengaruhi berat badan Anda dalam berbagai cara, dengan kenaikan berat badan menjadi hasil yang lebih umum karena faktor-faktor seperti ketidakseimbangan hormon, peningkatan ngemil, dan pengurangan aktivitas fisik. Namun, dalam beberapa kasus, begadang bisa menyebabkan penurunan berat badan, meskipun biasanya merupakan hasil dari kebiasaan yang tidak sehat. Mempertahankan jadwal tidur yang konsisten dan menerapkan higiene tidur yang baik sangat penting untuk mengatur berat badan dan kesehatan secara keseluruhan.


