Selama berabad-abad, biji teratai telah digunakan dalam pengobatan tradisional dan masakan di seluruh Asia. Biji ini memiliki rasa yang ringan dan khasiat kesehatan yang meningkat. Namun, seperti halnya makanan lainnya, biji teratai memiliki manfaat dan risiko bagi kesehatan kita. Mari kita lihat nilai gizi biji teratai dan siapa yang sebaiknya dan tidak sebaiknya mengonsumsinya.

Biji teratai, juga dikenal sebagai makhana atau nelumbo nucifera, adalah biji dari tanaman teratai, yaitu tanaman akuatik perennialis yang terkenal akan khasiat medis dan kulinernya. Biji ini dipanen dari polong bunga teratai, yang dibudidayakan terutama di Asia, termasuk India, China, Vietnam, dan Thailand. Biji teratai banyak digunakan dalam pengobatan tradisional dan praktik kuliner karena kepadatan nutrisinya dan rasa yang ringan.
Biji teratai ada dalam dua bentuk utama:
- Biji kering: Biji-biji ini biasanya berwarna putih atau kekuningan dan memiliki cangkang luar yang keras yang perlu dihilangkan sebelum dikonsumsi.Â
- Biji yang dipanggang: Biji-biji ini dipanggang atau digoreng untuk dibuat menjadi camilan yang mengembang dan renyah.
Kandungan gizi biji teratai
Biji teratai kaya akan nutrisi dan rendah lemak, menjadikannya tambahan yang sehat untuk diet seimbang. Satu porsi 100 gram biji teratai kering mengandung:
- Kalori: 350–370 kcalÂ
- Protein: 13–15 gramÂ
- Karbohidrat: 65–70 gramÂ
- Lemak: 0,5–2 gramÂ
- Serat: 7–10 gramÂ
Biji teratai juga mengandung:
- Mineral: Kalium, magnesium, fosfor, kalsium, dan zat besi.
- Vitamin: Vitamin B1 (tiamin) dan B6.
- Antioksidan: Kaempferol, flavonoid alami yang dikenal karena sifat anti-inflamasi dan anti-penuaan.
- Amino asam: Terutama penting untuk perbaikan otot dan produksi energi.

Manfaat biji teratai bagi kesehatan manusia
1. Kaya akan antioksidan
Biji teratai kaya akan antioksidan seperti kaempferol dan asam galat, yang melawan stres oksidatif dalam tubuh. Efek ini mengurangi kerusakan seluler dan menurunkan risiko penyakit kronis, termasuk kanker, kondisi kardiovaskular, dan gangguan neurodegeneratif.
2. Mendukung kesehatan jantung
Biji teratai tinggi magnesium dan kalium, mineral yang penting untuk menjaga tekanan darah yang sehat. Kandungan natrium yang rendah dalam biji teratai menjadikannya ramah jantung. Selain itu, antioksidan dalam biji ini juga mengurangi peradangan dan meningkatkan fungsi kardiovaskular secara keseluruhan.
3. Meningkatkan pencernaan yang lebih baik
Kandungan serat dalam biji teratai membantu pencernaan dengan menambah massa pada tinja, mencegah sembelit, dan mendukung mikrobioma usus yang sehat.
4. Membantu mengatur kadar gula darah
Biji teratai memiliki indeks glikemik yang rendah, artinya mereka melepaskan glukosa perlahan ke dalam aliran darah. Properti ini bermanfaat bagi orang yang menderita diabetes atau yang berisiko mengembangkan penyakit ini.
5. Mendukung manajemen berat badan
Karena rendah kalori dan tinggi protein serta serat, biji teratai membantu menekan nafsu makan dan meningkatkan rasa kenyang, menjadikannya camilan yang berharga untuk diet penurunan berat badan.
6. Meningkatkan kesehatan kulit
Kaempferol dan antioksidan lain dalam biji teratai membantu melindungi kulit dari penuaan dan kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas. Biji teratai seringkali dimasukkan dalam produk perawatan kulit karena kemampuannya untuk menghidrasi dan merevitalisasi kulit.
7. Menguatkan ginjal dan mendukung detoksifikasi
Dalam pengobatan tradisional Tiongkok, biji teratai dianggap bermanfaat bagi kesehatan ginjal. Biji ini diyakini membantu dalam proses detoksifikasi tubuh dan meningkatkan fungsi ginjal.
8. Meningkatkan kesehatan otak
Biji teratai mengandung tiamin dan vitamin B lainnya yang berperan penting dalam fungsi kognitif dan regulasi neurotransmitter, yang berpotensi mengurangi risiko kondisi seperti penyakit Alzheimer.

Potensi bahaya mengonsumsi biji teratai
Selain manfaat di atas, nutrisi dalam biji teratai juga dapat menyebabkan bahaya bagi beberapa orang, sebagai berikut.
1. Risiko alergi
Beberapa orang mungkin mengalami reaksi alergi, seperti gatal, pembengkakan, atau kesulitan bernapas setelah mengonsumsi biji teratai. Kasus ini jarang tetapi perlu diperhatikan.
2. Masalah pencernaan yang mungkin terjadi
Konsumsi biji teratai yang berlebihan dapat mengakibatkan ketidaknyamanan pencernaan, termasuk kembung, karena kandungan seratnya.
3. Kecambah muda dari biji teratai matang dapat berisiko racun
Orang dengan penyakit kardiovaskular sebaiknya menghindari kecambah muda dari biji teratai yang matang, karena mengandung alkaloid beracun. Selain itu, orang normal sebaiknya tidak mengonsumsi kecambah segar di dalam biji teratai karena juga dapat menyebabkan keracunan. Panggang kecambah tersebut dengan api kecil hingga berwarna kekuningan sebelum digunakan.

4. Mengonsumsi terlalu banyak biji teratai dapat menurunkan kadar gula darah
Bagi penderita diabetes yang menggunakan insulin, konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi biji teratai. Mengonsumsi banyak biji teratai dapat menyebabkan penurunan kadar gula darah dan hipoglikemia. Selain itu, biji teratai juga dapat berinteraksi dengan obat diabetes seperti insulin.
5. Interaksi dengan obat-obatan
Alkaloid yang terdapat dalam biji teratai dapat berinteraksi dengan obat tekanan darah atau diabetes, sehingga berpotensi memperkuat efeknya. Orang yang mengonsumsi obat-obatan tersebut sebaiknya berkonsultasi dengan profesional kesehatan sebelum menambahkan biji teratai ke dalam diet mereka.
Siapa yang sebaiknya mengonsumsi biji teratai?Â
– Penderita diabetes: Biji teratai dengan indeks glikemik rendah dan kandungan serat tinggi membantu mengatur gula darah (makan dalam porsi moderat).
– Orang dengan tekanan darah tinggi: Kalium dan magnesium dalam biji teratai membantu mengelola hipertensi.
– Orang yang sedang menjaga berat badan: Kandungan protein dan serat yang tinggi dalam biji teratai meningkatkan rasa kenyang dan mengurangi rasa lapar.
– Individu dengan masalah pencernaan: Konsumsi biji teratai secara moderat dapat mengurangi sembelit dan meningkatkan kesehatan usus.
– Orang tua: Biji teratai mendukung kesehatan otak dan melawan stres oksidatif, mengurangi risiko penyakit terkait usia.
Siapa yang sebaiknya tidak mengonsumsi biji teratai?Â
– Orang dengan alergi: Mereka yang alergi terhadap biji atau kacang sebaiknya menghindari biji teratai untuk mencegah reaksi.
– Orang yang sedang mengonsumsi obat tertentu: Mereka yang mengonsumsi pengencer darah, diuretik, atau obat diabetes sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi biji teratai.
– Individu dengan kadar kalium rendah (hipokalemia): Konsumsi berlebihan dapat memperburuk kondisi mereka.
Biji teratai adalah makanan yang serbaguna dan kaya nutrisi dengan berbagai manfaat kesehatan, termasuk mendukung kesehatan jantung, pencernaan, manajemen berat badan, dan lainnya. Namun, biji teratai sebaiknya dikonsumsi dalam porsi moderat untuk menghindari efek samping potensial. Seperti halnya makanan lainnya, penting untuk mempertimbangkan kondisi kesehatan individu dan kebutuhan diet.


