Migrain Vestibular: Penyebab, Diagnosis, dan Pengobatan

Migren vestibular adalah kondisi neurologis yang menyebabkan episode pusing berulang pada orang yang menderita penyakit migren. Kata “vestibular” merujuk pada sistem keseimbangan di telinga dalam dan otak. Sistem keseimbangan ini membantu kita mempertahankan postur, merasakan gerakan, dan menstabilkan penglihatan saat kepala kita bergerak.

Migrain Vestibular: Penyebab, Diagnosis, dan Pengobatan
Migren vestibular

Pada migren vestibular, aktivitas otak yang abnormal terkait dengan migren mengganggu sistem vestibular. Gangguan ini menghasilkan gejala seperti sensasi berputar, ketidakseimbangan, mual, dan sensitivitas terhadap gerakan. Beberapa orang mengalami sakit kepala selama episode ini, tetapi banyak orang tidak mengalami sakit kepala sama sekali.

Migren vestibular mengganggu kehidupan sehari-hari. Pusing yang tiba-tiba dapat membuat Anda kesulitan untuk berjalan, mengemudi, bekerja, atau membaca. Episode pusing berlangsung dari beberapa menit hingga 2-3 jam, dan dalam beberapa kasus, bisa berlangsung selama beberapa hari.

Gejala migren vestibular

Migren vestibular menghasilkan gejala yang terkait dengan sistem keseimbangan otak. Gejala-gejala ini dapat terjadi dengan atau tanpa sakit kepala migren yang khas.

1. Vertigo

Vertigo adalah gejala yang paling umum dari migren vestibular. Vertigo adalah sensasi bahwa Anda atau lingkungan sekitar Anda berputar atau bergerak.

Sensasi berputar ini dapat terjadi secara tiba-tiba. Beberapa orang merasakan vertigo singkat yang hanya berlangsung beberapa menit, sementara orang lain mengalami vertigo yang berlanjut selama berjam-jam. Selama episode vertigo ini, Anda biasanya merasa tidak bisa berdiri atau berjalan tanpa dukungan.

Gerakan kepala memperburuk gejala ini karena sistem vestibular merespons dengan kuat terhadap gerakan.

2. Pusing dan ketidakseimbangan

Banyak orang dengan migren vestibular mengalami pusing persisten daripada vertigo berputar. Pusing ini sering terasa seperti melayang atau tidak stabil.

Ketidakseimbangan ini terjadi karena aktivitas migren yang abnormal mengganggu komunikasi antara telinga dalam, batang otak, dan otak kecil. Struktur otak ini biasanya mengoordinasikan postur dan keseimbangan tubuh.

Akibatnya, Anda merasa tidak stabil saat berjalan, memutar kepala, atau berdiri dengan cepat.

3. Sensitivitas terhadap gerakan

Migren vestibular sering menghasilkan sensitivitas tinggi terhadap gerakan. Sensitivitas ini membuat aktivitas seperti naik mobil, menonton gambar bergerak, atau menggulir layar ponsel terasa tidak nyaman.

Ketika sinyal dari telinga dalam, mata, dan tubuh tidak sinkron, otak kesulitan dalam mengintegrasikan sinyal tersebut, dan apabila terjadi konflik, otak salah menafsirkan pergerakan.

4. Mual dan muntah

Banyak orang mengalami mual selama episode vertigo. Mual yang parah dapat menyebabkan muntah.

Mual terjadi karena area otak yang mengontrol keseimbangan juga berkomunikasi dengan area otak yang mengontrol mual dan muntah.

5. Sakit kepala

Beberapa orang mengalami sakit kepala migren yang khas selama episode migren vestibular. Sakit kepala ini sering muncul di salah satu sisi kepala dan menghasilkan rasa sakit berdenyut.

Gejala migren lainnya dapat menyertai sakit kepala tersebut, termasuk:

  • Sensitivitas terhadap cahaya
  • Sensitivitas terhadap suara
  • Sensitivitas terhadap bau

Namun, beberapa orang mengalami migren vestibular tanpa sakit kepala. Situasi ini dapat menyulitkan diagnosis.

6. Gangguan visual

Beberapa orang mengalami gejala visual selama episode migren vestibular. Gejala visual ini dapat mencakup cahaya berkedip, pola zigzag, atau titik buta.

Gejala visual tersebut terjadi karena aktivitas otak yang terkait dengan migren dapat sementara mengganggu korteks visual.

7. Gejala terkait pendengaran

Beberapa orang melaporkan gejala pendengaran ringan selama episode migren vestibular, termasuk:

  • Kedengaran penuh
  • Detak di telinga
  • Perubahan pendengaran sementara

Gejala pendengaran ini terjadi lebih jarang daripada gejala keseimbangan. Dokter harus mengevaluasi dengan cermat gejala ini karena juga dapat terjadi pada penyakit telinga dalam seperti penyakit Ménière.

Penyebab migren vestibular

Para peneliti belum sepenuhnya memahami penyebab pasti dari migren vestibular. Namun, para ilmuwan percaya bahwa kondisi ini berkembang dari aktivitas otak yang tidak normal yang terkait dengan penyakit migren.

Beberapa mekanisme biologis mungkin berkontribusi pada penyebab migren vestibular.

1. Aktivitas otak yang abnormal pada migren

Serangan migren melibatkan gelombang aktivitas listrik abnormal di otak. Aktivitas tidak normal ini menyebar ke area otak yang memproses rasa sakit, sinyal sensorik, dan keseimbangan.

Aktivitas tidak normal ini dapat memengaruhi area otak seperti batang otak dan otak kecil. Area-area otak ini memainkan peran penting dalam keseimbangan dan orientasi spasial.

Gangguan di area-area otak ini dapat menghasilkan pusing alih-alih rasa sakit di kepala.

2. Sensitivitas sistem vestibular

Orang dengan migren vestibular sering memiliki sistem vestibular yang sangat sensitif. Sensitivitas vestibular ini berarti bahwa otak bereaksi sangat kuat terhadap sinyal dari telinga dalam.

Sensitivitas ini dapat menyebabkan otak salah menafsirkan gerakan kepala yang normal sebagai gerakan yang berlebihan. Akibatnya, otak menghasilkan pusing, ketidakseimbangan, dan mual.

3. Predisposisi genetik

Penyakit migren sering dijumpai dalam keluarga. Kecenderungan genetik ini menunjukkan bahwa perbedaan yang diwariskan dalam sinyal otak meningkatkan risiko migren dan migren vestibular.

Beberapa gen yang terlibat dalam sinyal saraf dan saluran ion memengaruhi kerentanan terhadap gangguan migren.

4. Ketidakseimbangan neurotransmitter

Serangan migren melibatkan perubahan dalam neurotransmitter. Neurotransmitter adalah penghantar kimia yang memungkinkan sel-sel saraf berkomunikasi.

Misalnya, tingkat serotonin dapat berubah selama serangan migren. Perubahan ini dapat mengubah jalur rasa sakit dan pemrosesan sensorik di otak.

Perubahan kimia ini juga dapat memengaruhi jalur vestibular yang mengatur keseimbangan.

5. Pemicunya migren yang umum

Episode migren vestibular sering terjadi setelah terpapar pemicu migren yang umum. Pemicu ini dapat mencakup:

  • Stres emosional
  • Kekurangan tidur
  • Perubahan hormon
  • Cahaya terang
  • Bau yang kuat
  • Alkohol
  • Jenis makanan tertentu seperti keju tua atau daging olahan

Pemicu ini tidak menyebabkan penyakit. Sebaliknya, pemicu ini mengaktifkan jalur migren pada orang yang rentan.

Mendiagnosis migren vestibular

Mendiagnosis migren vestibular bisa sulit karena tidak ada satu pun tes laboratorium yang dapat mengonfirmasi gangguan ini. Dokter biasanya mendiagnosis kondisi ini berdasarkan gejala, riwayat medis, dan pengecualian penyakit lainnya.

1. Riwayat medis

Dokter Anda akan terlebih dahulu meninjau riwayat medis Anda. Riwayat medis ini mencakup informasi tentang sakit kepala migren, episode pusing, dan pemicu.

Dokter sering mengajukan pertanyaan seperti:

  • Berapa lama episode pusing berlangsung?
  • Apakah Anda mengalami sakit kepala migren?
  • Apakah cahaya atau suara memperburuk gejala?
  • Apakah gejala terjadi saat gerakan kepala?

Pola gejala ini sering membantu dokter dalam mengidentifikasi migren vestibular.

2. Kriteria gejala

Para ahli sakit kepala internasional telah mengembangkan kriteria diagnostik untuk migren vestibular.

Menurut kriteria ini, seseorang biasanya mengalami gejala berikut:

  • Episode vertigo atau pusing berulang yang berlangsung dari menit hingga jam
  • Riwayat sakit kepala migren
  • Gejala migren selama setidaknya beberapa episode pusing

Gejala migren ini dapat mencakup sakit kepala, sensitivitas terhadap cahaya, atau gangguan visual.

3. Pemeriksaan fisik

Dokter biasanya melakukan pemeriksaan neurologis dan penilaian keseimbangan. Pemeriksaan ini mengevaluasi gerakan mata, koordinasi, dan postur.

Pemeriksaan ini membantu mengidentifikasi tanda-tanda disfungsi sistem vestibular.

4. Tes untuk mengecualikan kondisi lain

Karenanya beberapa gangguan telinga dalam dapat menyebabkan vertigo, dokter sering melakukan tes untuk mengecualikan penyakit lain.

Tes ini dapat mencakup:

  • Tes pendengaran
  • Tes keseimbangan
  • Imaging resonansi magnetik pada otak

Tes pencitraan ini membantu dokter untuk menyingkirkan masalah struktural di otak, seperti tumor atau stroke.

Dokter juga dapat mengevaluasi kondisi seperti penyakit Ménière, vertigo posisional jinak, dan neuritis vestibular.

Mengobati migren vestibular

Pengobatan untuk migren vestibular berfokus pada tiga tujuan utama:

  • Mengurangi gejala selama serangan migren vestibular
  • Memungkinkan pencegahan serangan migren vestibular di masa depan
  • Meningkatkan fungsi keseimbangan

Dokter sering menggabungkan perubahan gaya hidup, obat-obatan, dan terapi rehabilitasi.

1. Perubahan gaya hidup

Manajemen gaya hidup memainkan peran penting dalam mengontrol migren vestibular.

Beberapa langkah dapat mengurangi frekuensi serangan migren vestibular:

  • Menjaga pola tidur yang teratur
  • Makan makanan secara teratur
  • Minum cukup air
  • Mengurangi stres
  • Menghindari pemicu migren yang diketahui

Mencatat gejala dalam buku harian dapat membantu Anda mengidentifikasi pemicu.

2. Obat untuk serangan migren vestibular akut

Dokter terkadang meresepkan obat-obatan untuk mengurangi gejala selama serangan migren vestibular.

Obat-obatan ini dapat mencakup:

  • Obat pereda nyeri migren (ibuprofen, naproxen, atau acetaminophen)
  • Obat khusus migren (sumatriptan, rizatriptan, atau zolmitriptan)
  • Obat anti mual (metoclopramide, prochlorperazine, atau ondansetron)
  • Obat yang mengurangi gejala vertigo (meclizine, dimenhydrinate, atau diazepam)
Obat sumatriptan
Obat sumatriptan, yang digunakan untuk mengobati sakit kepala migren akut pada orang dewasa

3. Obat pencegahan

Jika serangan migren vestibular terjadi secara sering, dokter mungkin merekomendasikan obat pencegahan.

Obat pencegahan bekerja dengan menstabilkan aktivitas otak dan mengurangi kerentanan terhadap migren. Obat-obatan ini dapat mencakup obat yang awalnya dikembangkan untuk:

  • Tekanan darah tinggi
  • Epilepsi
  • Depresi

Dokter memilih obat-obatan ini berdasarkan riwayat medis Anda dan kondisi kesehatan lainnya.

4. Terapi rehabilitasi vestibular

Terapi rehabilitasi vestibular adalah program fisioterapi khusus yang dirancang untuk meningkatkan keseimbangan dan mengurangi pusing.

Terapi ini menggunakan latihan yang melatih otak untuk beradaptasi dengan sinyal vestibular yang abnormal. Latihan ini sering mencakup gerakan kepala, gerakan mata, dan pelatihan keseimbangan.

Seiring waktu, pelatihan ini dapat meningkatkan stabilitas dan mengurangi sensitivitas terhadap gerakan.

5. Manajemen stres

Stres seringkali memicu serangan migren. Teknik manajemen stres membantu mengurangi frekuensi serangan migren.

Teknik-teknik ini termasuk:

  • Latihan relaksasi
  • Meditasi kesadaran
  • Latihan pernapasan
  • Aktivitas fisik secara teratur

Tindakan ini membantu mengatur sistem saraf dan mengurangi kerentanan terhadap migren.

Kapan Anda perlu mencari perawatan medis?

Anda perlu mencari perawatan medis jika mengalami episode vertigo, pusing, atau ketidakseimbangan yang berat secara berulang.

Seorang dokter akan mengevaluasi gejala ini karena kondisi medis lain dapat menghasilkan gejala yang mirip. Contohnya termasuk stroke, infeksi telinga dalam, dan penyakit neurologis.

Anda harus segera mencari perhatian medis jika pusing terjadi bersama dengan:

  • Kelemahan di satu sisi tubuh
  • Kesulitan berbicara
  • Sakit kepala yang parah yang muncul tiba-tiba
  • Penglihatan ganda.

Gejala-gejala ini mungkin menunjukkan kondisi neurologis yang serius.

Diagnosis dan pengobatan awal terhadap migren vestibular akan mengurangi frekuensi dan keparahan penyakit.

spot_imgspot_img

Artikel Terkait

spot_img

Artikel Terbaru