Kehamilan dan infeksi saluran kemih adalah penyebab umum perubahan urine, tetapi banyak kondisi kesehatan lainnya juga dapat menyebabkan gejala serupa.

Sembilan Penyebab Partikel Putih dalam Urin
Partikel putih dalam urine

Dalam artikel ini, kami akan menjelaskan apa yang menyebabkan partikel putih dalam urine dan kapan Anda perlu pergi ke dokter.

Penyebab

Penyebab potensial dari partikel putih dalam urine meliputi:

1. Kehamilan

Selama kehamilan, terjadi berbagai perubahan hormonal yang dapat menyebabkan keputihan dan gejala lainnya.

Keputihan dapat bercampur dengan urine saat keluar dari tubuh, dan muncul sebagai partikel putih dalam urine. Ini normal dan tidak perlu dikhawatirkan.

Wanita hamil dengan keputihan yang tampak lebih gelap, atau dengan keputihan yang disertai gejala lain, seperti gatal atau nyeri, harus pergi ke dokter, karena mungkin mereka mengalami infeksi.

2. Infeksi Saluran Kemih (ISK)

ISK merupakan penyebab umum dari partikel putih dalam urine.

ISK terjadi ketika bakteri masuk ke uretra dan bergerak menuju kandung kemih, ginjal, atau ureter, di mana mereka berkembang biak dan menyebabkan infeksi.

Lebih jarang, virus, parasit, atau jamur yang masuk ke saluran kemih dapat menyebabkan ISK.

ISK dapat menyebabkan keluarnya cairan baik pada pria maupun wanita dan dapat menyebabkan partikel putih muncul di urine.

Gejala lain dari infeksi saluran kemih meliputi:

  • nyeri di abdomen atau panggul
  • dorongan mendesak untuk berkemih
  • nyeri saat berkemih
  • kesulitan berkemih
  • urine keruh atau berwarna
  • urine berbau tidak sedap
  • demam atau menggigil

ISK bakterial biasanya memerlukan pengobatan antibiotik. Jika ISK tidak diobati, dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya dan dapat menimbulkan komplikasi serius.

Siapa pun yang merasa mereka memiliki ISK harus mengunjungi dokter untuk diagnosis dan perawatan.

3. Ovulasi

Beberapa wanita memproduksi lendir serviks tambahan selama ovulasi. Lendir ini dapat memiliki tekstur seperti susu atau krim dan mungkin menyerupai zat putih berbentuk benang dalam urine.

Sementara adalah hal yang normal bagi sebagian dari lendir ini untuk terlepas ke dalam urine, wanita harus mengunjungi dokter jika keputihan memiliki bau busuk atau berwarna.

4. Ejakulasi retrograde

Ejakulasi retrograde terjadi ketika sfingter yang menjaga sperma agar tidak masuk ke kandung kemih tidak berkontraksi dengan baik. Masalah ini dapat menyebabkan pria mengalami orgasme tanpa ejakulasi, karena sperma justru masuk ke dalam kandung kemih.

Ketika pria berkemih, ia mungkin melihat bagian-bagian sperma putih berserat mengapung di urine.

Ejakulasi retrograde tidak menimbulkan masalah kesehatan langsung, tetapi perawatan untuk infertilitas mungkin diperlukan jika pasangan berusaha untuk hamil.

5. Vaginosis bakterialis

Vaginosis bakterialis adalah peradangan pada vagina yang disebabkan oleh ketidakseimbangan bakteri.

Masalah ini dapat menimbulkan berbagai gejala, termasuk bau tidak sedap atau seperti ikan dan sensasi terbakar saat berkemih.

Beberapa wanita juga memperhatikan keputihan tipis berwarna abu-abu yang mungkin bercampur dengan urine dan menyebabkan partikel putih muncul.

Perawatan untuk vaginosis bakterialis bervariasi tetapi dapat mencakup antibiotik oral atau supositoria.

Beberapa dokter juga merekomendasikan mengonsumsi probiotik setelah perawatan untuk memperkenalkan kembali bakteri baik ke dalam vagina.

6. Infeksi jamur

Infeksi jamur juga dapat menyebabkan partikel putih dalam urine. Jamur Candida albicans ditemukan secara alami pada wanita yang sehat tetapi, dalam situasi tertentu, dapat tumbuh dengan cepat di vagina dan menyebabkan infeksi.

Infeksi jamur sering menyebabkan keputihan yang tebal dan berbentuk seperti keju cottage. Keputihan ini dapat bercampur dengan urine dan menyebabkan munculnya bagian-bagian putih.

Selain itu, infeksi jamur dapat menyebabkan gejala lain, seperti:

  • kemerahan dan pembengkakan di sekitar vagina
  • gatal atau nyeri
  • nyeri atau ketidaknyamanan saat berkemih
  • nyeri saat berhubungan seksual

Dokter sering merekomendasikan perawatan antifungal yang resep atau bebas untuk mengobati infeksi jamur.

7. Prostatitis

Prostatitis adalah peradangan pada kelenjar prostat dan dapat disebabkan oleh infeksi bakteri yang dekat dengan kelenjar ini.

Prostatitis dapat menyebabkan keluarnya cairan dari uretra yang bercampur dengan urine. Pria dengan prostatitis mungkin mengalami gejala lain, termasuk:

  • kesulitan atau nyeri saat berkemih
  • menggigil atau demam
  • nyeri di punggung bawah
  • nyeri di testis, perineum, atau rektum
  • ejakulasi nyeri
  • disfungsi ereksi

Sebagian besar kasus prostatitis bakterial memerlukan pengobatan antibiotik.

8. Infeksi menular seksual (IMS)

IMS ditularkan melalui seks oral, seks anal, atau kontak seksual vaginal, dan dapat menyebabkan perubahan pada urine.

Trikomoniasis, klamidia, dan gonore adalah semua IMS yang dapat menyebabkan keluarnya cairan genital baik pada pria maupun wanita. Cairan genital ini dapat muncul sebagai partikel putih dalam urine atau membuat urine itu sendiri tampak putih atau keruh.

Siapa pun yang merasa mereka mungkin memiliki IMS harus menghubungi dokter untuk diagnosis dan perawatan.

Mereka juga harus menghindari kontak seksual untuk mencegah penyebaran IMS.

9. Batu ginjal

Batu ginjal terbentuk ketika kadar zat tertentu, seperti asam urat atau kalsium oksalat dalam tubuh menjadi terlalu tinggi. Zat-zat yang berlebih dapat menumpuk di saluran kemih dan dapat berubah menjadi batu ginjal.

Jika batu ginjal cukup kecil, tubuh mungkin mengeluarkannya melalui urine tanpa seseorang menyadarinya. Batu ginjal mungkin muncul sebagai partikel putih kecil.

Batu ginjal juga dapat menyebabkan nyeri hebat di abdomen dan gejala lain, termasuk:

  • merasa perlu berkemih terus-menerus
  • kesulitan berkemih
  • sensasi terbakar dan nyeri saat berkemih
  • nyeri menjalar di perut bagian bawah, panggul, dan selangkangan
  • urine berbau tidak sedap, keruh, atau berdarah

Banyak batu ginjal dapat dikeluarkan dengan bantuan obat pereda nyeri yang dijual bebas.

Dokter juga dapat meresepkan obat yang disebut alfa-bloker yang dapat membantu memecah batu menjadi bagian yang lebih kecil.

Pada kasus yang jarang, prosedur medis diperlukan untuk memecah dan mengeluarkan batu ginjal.

Gejala

Penampilan partikel putih dalam urine dapat bervariasi, tergantung pada penyebab mendasar dari masalah ini.

Gejala dapat muncul dalam berbagai cara, termasuk:

  • serpihan putih dalam urine
  • zat berserat dan keruh dalam urine
  • sedimen berwarna abu-abu mengapung dalam urine
  • urine keruh atau berwarna susu

Suatu kondisi medis yang mendasari sering kali akan menyebabkan beberapa gejala lain muncul. Gejala-gejala ini akan membantu dokter mendiagnosis dan merawat masalah tersebut.

Kapan Anda perlu pergi ke dokter?

Jika Anda tidak yakin tentang partikel putih dalam urine Anda, Anda harus pergi ke dokter.

Beberapa penyebab partikel putih dalam urine, seperti kehamilan dan ovulasi, dianggap normal dan tidak memerlukan perawatan.

Jika Anda memperhatikan gejala tambahan, seperti gatal atau nyeri, Anda mungkin perlu pergi ke dokter.

Gejala tambahan mungkin menjadi tanda infeksi mendasar yang memerlukan perawatan segera. Siapa pun yang sering mengalami partikel putih dalam urine atau tidak yakin tentang penyebabnya juga harus pergi ke dokter.

Diagnosis dan perawatan yang tepat adalah cara terbaik untuk mencegah kemungkinan komplikasi.

Prognosis

Keluarnya cairan genital sering menjadi penyebab partikel putih dalam urine. Menemukan penyebab mendasar dari keluarnya cairan genital ini sangat penting untuk mendapatkan perawatan yang tepat. Banyak kasus dapat diobati dengan mudah dengan bantuan dokter.

Beberapa penyebab, seperti IMS atau batu ginjal, mungkin memerlukan perhatian lebih. Namun, prognosis baik dalam sebagian besar kasus.