Propranolol adalah obat yang diresepkan dalam kelompok obat beta blocker. Dokter meresepkan propranolol untuk mengobati tekanan darah tinggi, irama jantung yang tidak teratur, mencegah migrain, beberapa bentuk tremor, kecemasan sebelum prosedur medis, dan untuk mengobati hemangioma infantil pada bayi.

Obat propranolol juga dijual dengan nama dagang seperti: Inderal, Bedranol, Avlocardyl, atau Dociton.
Bagaimana cara kerja obat propranolol?
Propranolol memblokir reseptor adrenergik beta-satu dan beta-dua di seluruh tubuh kita. Memblokir reseptor beta-satu mengurangi kecepatan dan kekuatan kontraksi jantung serta menurunkan tekanan darah. Memblokir reseptor beta-dua mengurangi relaksasi otot polos di saluran udara dan pembuluh darah serta mengurangi respons yang menaikkan kadar gula darah. Kombinasi tindakan ini menyebabkan banyak efek dan efek samping yang mungkin Anda rasakan saat mengonsumsi obat ini.
Efek samping obat propranolol
1. Denyut jantung lambat (bradikardia) dan tekanan darah rendah
Propranolol mengurangi stimulasi jantung dengan memblokir reseptor beta-satu. Efek ini menyebabkan denyut jantung yang lebih lambat dan dapat menurunkan tekanan darah.
Efek samping ini terjadi pada sekitar 8% orang yang mengonsumsi obat propranolol.
Cara mengurangi atau menghindari efek samping ini: Dokter Anda biasanya akan memulai dengan dosis rendah dan meningkatkannya perlahan sambil mengukur denyut nadi dan tekanan darah Anda. Jika Anda sudah memiliki denyut jantung yang lambat atau tekanan darah rendah, beri tahu dokter Anda karena propranolol mungkin tidak cocok. Jangan mengemudi atau mengoperasikan mesin berat jika Anda merasa pusing. Jika Anda merasa pusing, pingsan, atau mengalami nyeri dada, segera cari pertolongan medis.
2. Memburuknya gagal jantung dan blok jantung
Penurunan kontraktilitas jantung dapat memperburuk gagal jantung pada orang yang sudah memiliki otot jantung yang lemah. Propranolol juga dapat memperlambat konduksi listrik melalui jantung dan memperburuk blok atrioventrikular yang sudah ada sebelumnya.
Efek samping ini jarang tetapi berbahaya.
Cara mengurangi atau menghindari efek samping ini: Dokter Anda akan memeriksa fungsi jantung Anda sebelum dan selama pengobatan. Jika Anda memiliki gejala seperti sesak napas yang semakin meningkat, pembengkakan pada kaki, atau pingsan, hubungi dokter Anda.
3. Tangan atau kaki dingin
Aksi beta blocker menyempitkan beberapa pembuluh darah perifer dan dapat mengurangi aliran darah ke jari tangan dan kaki.
Tangan atau kaki dingin dilaporkan cukup umum (hingga 10%) pada pasien yang mengonsumsi obat propranolol.
Cara mengurangi atau menghindari efek samping ini: Jaga agar tangan dan kaki tetap hangat, hindari merokok, dan laporkan perubahan warna yang menyakitkan atau persisten pada jari tangan atau kaki Anda.

4. Bronkospasme dan mengi
Memblokir reseptor beta-dua di saluran udara dapat memperketat otot polos saluran udara dan memicu mengi atau sesak napas. Anda harus berhati-hati dengan efek ini jika Anda memiliki penyakit saluran pernapasan reaktif.
Bronkospasme yang parah jarang terjadi pada orang tanpa penyakit paru-paru, tetapi bisa terjadi dan merupakan reaksi serius pada orang dengan asma.
Jika Anda memiliki asma atau penyakit paru obstruktif kronis, beri tahu dokter Anda. Dokter Anda mungkin memilih obat lain atau memonitor Anda dengan cermat. Jika Anda mengalami mengi atau sesak napas setelah mulai mengonsumsi obat propranolol, segera hentikan pengobatan dan cari nasihat medis segera.
5. Kelelahan, gangguan tidur
Propranolol menembus ke dalam otak dan mengurangi sinyal adrenergik. Sinyal adrenergik membantu mempertahankan kewaspadaan dan pola tidur tertentu.
Kelelahan dan gangguan tidur dilaporkan cukup umum (pada sekitar 6% orang yang mengonsumsi obat ini).
Cara mengurangi atau menghindari efek samping ini: Dokter Anda bisa menurunkan dosis atau mengubah waktu dosis Anda ke sore atau pagi untuk mengurangi gejala ini. Jika kelelahan mengganggu kehidupan sehari-hari, diskusikan obat alternatif dengan dokter Anda.
6. Perubahan suasana hati dan depresi
Efek dari propranolol pada sistem saraf pusat mengurangi tonus adrenergik di otak. Sebagian kecil orang melaporkan perubahan suasana hati.
Cara mengurangi atau menghindari efek samping ini: Awasi suasana hati Anda dan beri tahu dokter jika Anda mengalami suasana hati yang rendah atau pikiran untuk menyakiti diri sendiri. Jangan berhenti mengonsumsi obat ini secara tiba-tiba tanpa nasihat medis karena penghentian mendadak dapat menyebabkan gejala rebound.

7. Gula darah rendah dan penyamaran tanda-tanda gula darah rendah
Memblokir reseptor beta-dua mengurangi glikogenolisis dan tanda peringatan gula darah rendah seperti detak jantung cepat. Efek ini membuat hipoglikemia lebih sulit untuk diperhatikan.
Efek samping ini menjadi perhatian khusus pada bayi, anak-anak, dan orang dewasa dengan diabetes yang menggunakan insulin atau obat yang meningkatkan risiko gula darah rendah.
Jika Anda memiliki diabetes, periksa gula darah Anda lebih sering saat mulai mengonsumsi obat propranolol dan setelah perubahan dosis. Makanlah secara teratur, hindari berpuasa berkepanjangan atau penggunaan alkohol berlebihan, dan ajari anggota keluarga untuk mengenali tanda-tanda lain dari gula darah rendah yang parah seperti kebingungan atau kehilangan kesadaran. Untuk bayi, ikuti petunjuk dosis dan pemberian makan yang tepat dari dokter yang meresepkan.
8. Mual, diare, dan ketidaknyamanan perut
Obat propranolol dapat menyebabkan mual, diare, dan ketidaknyamanan perut karena memblokir reseptor adrenergik beta di saluran pencernaan, sehingga mengubah motilitas usus dan mengurangi regulasi pencernaan yang normal.
Cara mengurangi atau menghindari efek samping ini: Konsumsi obat bersama makanan jika dokter Anda setuju, dan laporkan jika mual berlanjut. Pengurangan dosis sering kali membantu.
9. Disfungsi seksual
Obat beta blocker dapat mengurangi hasrat seksual dan fungsi ereksi karena mereka mengubah aliran darah dan mengurangi sinyal rangsangan seksual tubuh.
Cara mengurangi atau menghindari efek samping ini: Diskusikan masalah ini dengan dokter Anda; mengganti kelas obat atau dosis mungkin membantu.
Apakah penggunaan obat propranolol dalam jangka panjang aman?
Ya, penggunaan obat propranolol dalam jangka panjang biasanya aman bagi banyak orang untuk mengobati kondisi kronis seperti tekanan darah tinggi, masalah irama jantung, atau pencegahan migrain. Sebagian besar efek samping (seperti kelelahan, pusing, atau perubahan tidur) biasanya bersifat ringan.
Namun, obat ini harus digunakan dengan hati-hati pada orang yang memiliki asma, diabetes, atau kondisi lainnya.


