Nyeri perut yang membaik saat berbaring dapat terkait dengan kondisi pencernaan, muskuloskeletal, atau vaskular, dan memahami penyebab yang mendasarinya sangat penting untuk penanganan yang tepat. Meskipun berbaring dapat memberikan sedikit bantuan sementara, nyeri yang terus-menerus atau parah harus selalu memicu evaluasi medis.
Mengapa nyeri perut berkurang saat berbaring?
Nyeri perut akibat kondisi di bawah ini akan membaik saat berbaring.
1. Penyebab pencernaan
- Penyakit refluks gastroesofagus: Reflux asam sering kali memburuk saat berbaring datar, tetapi beberapa orang merasa lega saat berbaring di sisi kiri. Tindakan ini mengurangi paparan asam di esofagus.
- Sindrom iritasi usus atau perut kembung: Gas dan kembung dapat menyebabkan tekanan di perut. Berbaring dapat mendistribusikan kembali gas dan meredakan ketidaknyamanan.
- Ulkus peptikum: Nyeri akibat ulkus kadang-kadang berkurang saat berbaring karena aktivitas perut yang berkurang saat istirahat.

2. Masalah kantong empedu dan pankreas
- Batu empedu atau peradangan kantong empedu: Nyeri dapat menjalar ke perut dan punggung. Posisi tertentu, termasuk berbaring, dapat mengurangi tekanan pada otot perut.
- Pankreatitis: Membungkuk ke depan atau berbaring dapat meredakan tekanan pada pankreas yang meradang.

3. Faktor muskuloskeletal
- Strain otot perut: Nyeri akibat otot yang tegang sering kali membaik saat berbaring, karena dinding perut dalam keadaan rileks.
- Nyeri postur: Postur yang buruk atau masalah tulang belakang dapat menyebabkan nyeri perut yang mereda saat berbaring.
4. Penyebab vaskular dan penyebab lainnya
- Divertikulitis atau apendisitis (tahap awal): Nyeri mungkin bervariasi dengan posisi, meskipun kondisi ini biasanya memburuk seiring waktu.
- Kram terkait kehamilan: Berbaring, terutama di sisi kiri, dapat meningkatkan aliran darah dan mengurangi ketidaknyamanan perut.
Kapan Anda perlu mencari perawatan medis?
Cari perawatan medis jika Anda mengalami salah satu tanda berikut:
- Nyeri yang parah atau persisten yang tidak membaik dengan istirahat.
- Gejala terkait seperti demam, muntah, darah dalam tinja, atau penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan.
- Nyeri tajam yang tiba-tiba memburuk dengan cepat, yang dapat menunjukkan apendisitis atau penyakit kantong empedu.
Nyeri perut yang membaik saat berbaring dapat berasal dari masalah jinak seperti kembung atau strain otot, tetapi juga dapat menandakan kondisi yang lebih serius. Jika nyeri tersebut berulang, parah, atau disertai gejala lain, evaluasi medis sangat diperlukan.


