Penyakit Parkinson adalah penyakit neurologis yang mempengaruhi berbagai fungsi tubuh. Perubahan yang terjadi dapat berdampak besar pada aspek fisik dan mental kehidupan seseorang.
Ciri khas gejala penyakit Parkinson adalah tremor, gerakan lambat, dan otot yang kaku. Seseorang juga mungkin mengalami kesulitan dalam koordinasi, berbagai gejala non-motor, dan komplikasi lainnya.
Namun, ada cara untuk mengelola banyak komplikasi ini. Mengelola gejala dengan efektif dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup bagi orang yang mengidap penyakit Parkinson.
Dalam artikel ini, Anda akan mempelajari lebih lanjut tentang beberapa komplikasi yang terkait dengan penyakit Parkinson dan cara mengelola komplikasi tersebut.
1. Aktivitas Berbicara
Karena penyakit Parkinson mempengaruhi otot, percakapan seseorang bisa menjadi lebih lembut dan sulit dipahami. Seiring waktu, perubahan dalam kemampuan berpikir juga dapat membuat mereka lebih sulit untuk berkomunikasi. Aktivitas sosial dan aktivitas lainnya dapat menjadi tantangan.
Terapi bicara sangat penting untuk membantu orang tetap dapat berkomunikasi secara efektif. Terapi ini dapat membantu meningkatkan atau mempertahankan kualitas hidup seseorang.
2. Kesulitan Mengunyah dan Menelan
Kesulitan dalam mengunyah dan menelan juga dapat terjadi, terutama pada tahap penyakit yang lebih lanjut. Kesulitan ini disebabkan oleh perubahan pada sistem saraf otonom atau otot-otot di tenggorokan, yang dikenal sebagai otot faring.
Perubahan ini meningkatkan risiko makanan tersangkut di tenggorokan dan tercekik, yang bisa mengancam jiwa. Jika seseorang secara tidak sengaja menghirup partikel makanan ke dalam paru-paru, pneumonia bisa terjadi.
Seseorang juga mungkin memproduksi terlalu banyak air liur, atau mereka mungkin tidak dapat menelan air liur dengan mudah. Masalah ini dapat menyebabkan mengucurnya air liur yang mungkin membuat mereka merasa malu.
Beberapa obat mungkin dapat memperbaiki gejala ini. Selain itu, seorang terapis wicara-kemampuan bahasa terkadang dapat membantu seseorang melatih kembali otot tenggorokannya sehingga mereka dapat menelan lebih efektif.
3. Depresi dan Kecemasan
Depresi dapat terjadi pada penyakit Parkinson, dan dapat memperburuk gejala.
Kira-kira 40%–50% orang dengan penyakit Parkinson juga mengalami depresi. Aspek penyakit ini bisa lebih sulit bagi individu dan orang-orang terkasihnya untuk dihadapi dibandingkan gejala fisik.
Beberapa gejala neuropsikiatri lainnya meliputi:
- gangguan suasana hati
- kecemasan
- masalah tidur
- psikosis
- perubahan perilaku dan pemikiran
Namun, gejala depresi bisa diobati, dan pemulihan adalah mungkin.
Mencari bantuan medis ketika gejala depresi mulai muncul dapat memberi orang kualitas hidup yang lebih baik, fungsionalitas yang meningkat, dan kesempatan untuk memperlambat gejala.
4. Disfungsi Seksual
Berbagai faktor dalam penyakit Parkinson dapat mempengaruhi libido. Seseorang mungkin mengalami kesulitan untuk mencapai orgasme atau ereksi.
Penurunan minat seksual dan fungsi fisik dapat terjadi akibat penurunan kadar dopamin, menurut American Parkinson Disease Association.
Dampak dari masalah ini meliputi:
- pengurangan gerakan fisik
- penurunan sirkulasi darah, yang mempengaruhi kemampuan untuk ereksi
- kesulitan mencapai orgasme
Kekeringan vagina juga bisa menjadi masalah.
Depresi dan kecemasan dapat mengurangi tingkat energi seseorang dan minat mereka terhadap hal-hal yang biasa mereka nikmati, seperti berhubungan seks. Kelelahan juga bisa menjadi faktor.
Depresi dan perubahan suasana hati juga dapat menyebabkan perubahan perilaku dan sikap. Pasangan mungkin merasa bahwa orang terkasihnya “tidak sama” seperti sebelumnya, misalnya.
Dalam kasus yang jarang terjadi, obat-obatan yang meningkatkan kadar dopamin pada orang dengan penyakit Parkinson mungkin meningkatkan dorongan seksual seseorang ke tingkat yang tidak biasa. Meskipun efek ini jarang terjadi, bisa menjadi masalah bagi beberapa orang.
Ada beberapa metode untuk mengobati banyak gejala yang mengganggu aktivitas seksual. Misalnya:
- Cobalah mencari pengobatan untuk gejala dan komplikasi lainnya.
- Minyak pelumas dapat mengatasi kekeringan vagina.
- Konseling dapat membantu menyelesaikan ketegangan dalam suatu hubungan.
Jika seseorang mengalami disfungsi ereksi, dokter mungkin meresepkan obat berikut:
- sildenafil (Viagra)
- vardenafil (Levitra)
- tadalafil (Cialis)
- obat suntikan, seperti alprostadil (Caverject)
- perangkat mekanis, seperti pompa vakum dan implan penis
5. Tidur
Masalah tidur umum terjadi di antara orang dengan penyakit Parkinson.
Penyakit Parkinson dapat mempengaruhi cara tubuh mengatur tidur dan terjaga, tetapi masalah fisik juga dapat menyulitkan untuk tidur.
Beberapa contoh masalah terkait tidur meliputi:
- apnea tidur
- mengantuk di siang hari
- Mimpi buruk dan mimpi yang jelas
- kaki gelisah atau gerakan kaki yang terloncat
- kesulitan berbalik di tempat tidur
- kesulitan untuk cepat tidur
- kesulitan untuk kembali tidur setelah terbangun
Penyebab potensial untuk masalah ini meliputi:
- dampak dari obat-obatan tertentu
- ketidaknyamanan fisik
- perubahan pada jam tubuh internal
Seorang dokter mungkin menyarankan:
- coba pengobatan obat, seperti melatonin atau eszopiclone
- mempertimbangkan terapi cahaya
- Mencoba tekanan positif saluran nafas (untuk orang dengan apnea tidur), meskipun metode ini kontroversial karena masalah keselamatan yang mungkin timbul
- menghapus objek dari sekitar tempat tidur untuk mencegah cedera
Beberapa tips gaya hidup untuk tidur yang lebih baik atau lebih aman meliputi:
- mengikuti rutinitas tidur yang teratur, jika memungkinkan
- berolahraga di luar ruangan sepanjang hari, jika memungkinkan
- menghindari kopi, alkohol, dan stimulan lainnya
- menggunakan kamar tidur hanya untuk tidur
- tidur di ruangan yang sejuk dan gelap
6. Masalah Kemih
Kira-kira 30%–40% orang dengan penyakit Parkinson mengalami masalah kemih. Mereka mungkin mengeluarkan urine, perlu berkemih lebih sering, atau merasa kesulitan untuk buang air kecil. Perubahan pada sistem saraf otonom adalah salah satu alasan mengapa masalah ini terjadi.
Untuk mengurangi kebutuhan ke toilet di malam hari, pasien sebaiknya:
- Berhenti minum cairan 3 jam sebelum tidur.
- Pergi ke toilet tepat sebelum tidur.
- Bertanya kepada dokter tentang obat untuk membantu mengelola buang air kecil.
Obat-obatan yang mungkin memecahkan masalah ini meliputi:
- oxybutynin (Ditropan)
- tolterodine (Detrol)
- solifenacin (Vesicare)
- darifenacin (Enablex)
7. Sembelit
Beberapa statistik menunjukkan bahwa hingga dua pertiga orang dengan penyakit Parkinson mengalami sembelit.
Beberapa alasan untuk masalah ini dapat meliputi:
- kelemahan otot
- penurunan kemungkinan asupan cairan
- efek samping dari obat-obatan tertentu
- dampak dari penyakit Parkinson pada sistem saraf otonom, yang mencakup sistem pencernaan
Sembelit dapat meningkatkan kecemasan dan ketidaknyamanan dan lebih lanjut mengurangi kualitas hidup seseorang.
Beberapa solusi untuk masalah ini adalah:
- mengonsumsi obat-obatan, seperti laksatif
- coba intervensi dietetik, termasuk probiotik dan prebiotik
- meningkatkan asupan serat dan cairan
- melalui terapi fisik
Seorang harus berbicara dengan dokter sebelum mengonsumsi obat untuk mengatasi sembelit, karena beberapa obat dan pengobatan alternatif dapat saling mempengaruhi dengan obat lainnya.
8. Demensia
Perubahan pada protein di otak, seperti badan Lewy, dapat menyebabkan demensia pada penyakit Parkinson.
Asosiasi Alzheimer memperkirakan bahwa 50%–80% orang dengan penyakit Parkinson akhirnya mengembangkan demensia.
Beberapa gejala umum meliputi:
- kesulitan mengingat, kesulitan berkonsentrasi, dan kesulitan membuat penilaian
- ucapan yang tidak jelas
- halusinasi dan delusi
- depresi, mudah marah, dan kecemasan
- masalah tidur dan mengantuk di siang hari
Obat dapat membantu memperlambat kemajuan demensia, tetapi gejala biasanya akan semakin parah seiring waktu.
9. Nyeri
Nyeri adalah gejala umum dari penyakit Parkinson. Lebih dari 60% total pasien mengalami nyeri. Dari daftar gejala yang mengganggu, nyeri berada di urutan ketiga setelah tremor dan otot yang kaku.
40%–90% dari nyeri yang terkait dengan penyakit Parkinson adalah muskuloskeletal, dan orang-orang biasanya menggambarkan sensasi ini sebagai sensasi terbakar, kram, atau nyeri.
Beberapa cara untuk mengurangi nyeri meliputi:
- mengonsumsi obat yang dijual bebas atau resep
- coba pijat, terapi musik, tai chi, atau terapi komplementer lainnya
- melalui stimulasi sumsum tulang belakang
Pasien bisa bekerja sama dengan tim perawatan kesehatan untuk menemukan cara yang sesuai untuk mengurangi nyeri.
10. Tekanan Darah
Sistem saraf otonom mengontrol aliran darah dan tekanan darah. Penyakit Parkinson mempengaruhi sistem ini, yang menyebabkan perubahan tekanan darah sepanjang hari.
Salah satu masalah adalah hipotensi ortostatik, yaitu penurunan tekanan darah yang menyebabkan seseorang merasa pusing atau pingsan saat berdiri.
Beberapa orang juga mengalami tekanan darah tinggi, seperti di malam hari atau saat berbaring. Fluktuasi ini dapat menyebabkan masalah jantung.
Dokter mungkin meresepkan obat untuk menstabilkan tekanan darah dan mencegah perubahan yang dramatis. Mengenakan stoking kompresi juga dapat membantu.
11. Indera Penciuman
Lebih dari 95% orang dengan penyakit Parkinson mengalami kehilangan penciuman akibat dampak penyakit ini pada sistem saraf mereka.
Ini adalah gejala awal penyakit, dan dapat terjadi bertahun-tahun sebelum gejala lainnya muncul. Para dokter melihat gejala ini sebagai prediktor penyakit Parkinson.
Ringkasan
Penyakit Parkinson dapat menyebabkan beragam gejala, tetapi juga ada banyak komplikasi yang mungkin terjadi.
Obat yang diresepkan dokter untuk mengobati penyakit Parkinson juga dapat menyebabkan efek samping tertentu. Beberapa dari efek samping ini tumpang tindih dengan gejala dan komplikasi dari penyakit itu sendiri.


