Dementia tubuh Lewy adalah kondisi neurologis progresif yang memengaruhi kemampuan kognitif dan fisik. Salah satu tantangannya adalah gejala pergerakan, yang dapat sangat memengaruhi kehidupan sehari-hari. Artikel ini menjelaskan mengapa dementia tubuh Lewy menyebabkan gejala pergerakan dan bagaimana cara mengobatinya.

Mengapa dementia tubuh Lewy menyebabkan gejala pergerakan?
Dementia tubuh Lewy menyebabkan gejala pergerakan akibat akumulasi abnormal dari deposito protein yang disebut badan Lewy di otak. Deposito ini terutama terdiri dari protein yang disebut alpha-synuclein, yang mengganggu fungsi otak yang normal. Gejala pergerakan yang biasanya terjadi pada dementia tubuh Lewy meliputi:
- Kekakuan otot: Gejala umum yang membuat pergerakan terasa terbatas dan tidak nyaman.
- Perlambatan gerakan (bradikinesia): Melakukan bahkan tugas yang sederhana dapat menjadi lambat dan melelahkan.
- Tremor: Meskipun kurang umum daripada pada penyakit Parkinson, beberapa orang dengan dementia tubuh Lewy mengalami getaran yang terlihat.
- Kesulitan dalam menjaga keseimbangan dan koordinasi antar anggota tubuh: Masalah ini sering memicu terjatuh, meningkatkan risiko cedera.
Berikut adalah penjelasan mengapa dementia tubuh Lewy menyebabkan masalah terkait pergerakan.
1. Kerusakan pada neuron penghasil dopamin
Badan Lewy seringkali mengakumulasi di area otak yang bertanggung jawab untuk kontrol motorik, khususnya substantia nigra, bagian dari batang otak.
Substantia nigra memiliki peranan penting dalam memproduksi dopamin, neurotransmitter yang memfasilitasi gerakan otot yang halus dan terkontrol. Ketika neuron penghasil dopamin mati atau berfungsi tidak normal akibat badan Lewy, kadar dopamin menurun, mengakibatkan gejala motorik seperti kekakuan otot, perlambatan gerakan, dan tremor.
2. Gangguan jalur saraf
Kontrol pergerakan bergantung pada jaringan kompleks dari daerah otak, termasuk ganglia basal, korteks motorik, dan serebelum. Badan Lewy mengganggu komunikasi antara daerah-daerah ini, merusak kemampuan otak untuk merencanakan dan melaksanakan pergerakan.
Gangguan ini menyebabkan gejala seperti langkah yang terseret, kesulitan dengan koordinasi antar anggota tubuh, dan masalah keseimbangan.

3. Patologi yang sama dengan penyakit Parkinson
Dementia tubuh Lewy dan penyakit Parkinson memiliki mekanisme serupa yang melibatkan badan Lewy dan defisiensi dopamin.
Sebenarnya, dementia tubuh Lewy kadang-kadang disebut sebagai bentuk dementia penyakit Parkinson ketika gejala motorik muncul lebih dahulu dan penurunan kognitif menyusul. Tumpang tindih ini menjelaskan mengapa gejala pergerakan dalam dementia tubuh Lewy sering kali menyerupai gejala yang terlihat pada penyakit Parkinson.
4. Dampak pada fungsi otonom dan sensorik
Badan Lewy juga memengaruhi sistem saraf otonom dan pemrosesan sensorik, yang dapat berkontribusi pada masalah pergerakan sekunder. Misalnya:
- Refleks postural yang terganggu meningkatkan risiko terjatuh.
- Koordinasi otot yang tidak teratur membuat pergerakan yang tepat lebih sulit.
Mengapa gejala pergerakan bervariasi dalam tingkat keparahan
Tingkat keparahan gejala pergerakan pada dementia tubuh Lewy tergantung pada faktor-faktor berikut:
- Lokasi dan kepadatan badan Lewy
- Perbedaan dalam struktur dan fungsi otak antar individu
- Perubahan neurologis yang bersamaan, termasuk patologi penyakit Alzheimer dalam beberapa kasus.
Perkembangan dan tingkat keparahan gejala pergerakan bervariasi antar individu. Memahami tantangan ini sangat penting untuk merancang strategi pengobatan yang efektif.
Pengobatan medis untuk gejala pergerakan pada dementia tubuh Lewy
Pengobatan farmakologis fokus terutama pada pengelolaan gejala tanpa memperburuk masalah kognitif atau psikiatris yang terkait dengan dementia tubuh Lewy.
Carbidopa-levodopa:
Obat ini, yang merupakan obat utama untuk penyakit Parkinson, sering digunakan untuk mengurangi gejala motorik pada dementia tubuh Lewy. Carbidopa-levodopa meningkatkan kadar dopamin di otak, mengurangi kekakuan otot dan bradikinesia. Namun, obat ini harus digunakan dengan hati-hati, karena dapat memperburuk halusinasi atau kebingungan—gejala kognitif umum dalam dementia tubuh Lewy.

Terapi tambahan:
Dalam beberapa kasus, obat lain seperti amantadin atau obat antikolinergik dapat dipertimbangkan, meskipun obat-obat ini kurang umum digunakan karena efek samping kognitif yang berpotensi.
Karena kompleksitas dementia tubuh Lewy, rejimen pengobatan harus dikelola dengan hati-hati oleh neurolog yang akrab dengan penyakit tersebut.
Metode pengobatan non-farmakologis
Obat-obatan seringkali dilengkapi dengan terapi yang dirancang untuk mempertahankan fungsi fisik dan kemandirian.
Terapi fisik
Terapi fisik sangat membantu dalam mengelola gejala pergerakan. Terapis mengembangkan program latihan yang disesuaikan yang fokus pada:
- Meningkatkan kekuatan dan fleksibilitas: Peregangan teratur dan latihan resistensi membantu mengurangi kekakuan otot.
- Meningkatkan keseimbangan dan postur: Pelatihan keseimbangan mengurangi risiko terjatuh, sementara latihan postur mengurangi ketidaknyamanan.
- Pelatihan berjalan: Terapis dapat mengajarkan strategi untuk memperbaiki pola berjalan dan mengurangi langkah yang terseret.
Terapi okupasi
Terapi okupasi membantu pasien beradaptasi dengan keterbatasan fisik mereka, membuat tugas sehari-hari lebih mudah dan aman:
- Rekomendasi untuk alat bantu (misalnya, tongkat, walker, atau alat bantu berpakaian).
- Teknik untuk menghemat energi dan mengurangi ketegangan selama aktivitas.

Terapi bicara
Dementia tubuh Lewy sering memengaruhi menelan dan berbicara. Terapis bicara membantu dengan:
- Latihan menelan: Mencegah aspirasi makanan dan memastikan kebiasaan makan yang aman.
- Peningkatan komunikasi: Mengatasi kesulitan bicara untuk memfasilitasi interaksi yang jelas.
Penyesuaian gaya hidup
Perubahan gaya hidup praktis dapat melengkapi intervensi medis dan terapeutik:
- Aktivitas fisik: Latihan lembut dengan dampak rendah seperti yoga, tai-chi, atau berjalan dapat meningkatkan mobilitas secara keseluruhan dan mengurangi kekakuan otot.
- Menjadikan rumah lebih aman: Menghilangkan bahaya terjatuh, memasang pegangan di kamar mandi, dan menggunakan mat non-slip dapat meminimalkan risiko terjatuh.
- Pola makan seimbang: Diet yang kaya akan nutrisi, termasuk antioksidan, dapat mendukung kesehatan otot dan saraf. Mengonsumsi cukup cairan juga sangat penting untuk mempertahankan fungsi fisik.
Peran pengasuh dan kelompok dukungan
Pengasuh memainkan peran yang sangat penting dalam mengelola gejala pergerakan dan memastikan keamanan pasien. Tanggung jawab mereka meliputi:
- Membantu dengan mobilitas dan mencegah terjatuh.
- Mendorong kepatuhan terhadap rutinitas terapi.
- Menyediakan dukungan emosional dan memantau efek samping dari obat-obatan.
Kelompok dukungan, baik secara langsung maupun daring, dapat menawarkan saran berharga dan penghiburan emosional bagi pengasuh dan pasien.
Arah masa depan dalam pengobatan
Kemajuan dalam penelitian akan meningkatkan metode pengobatan untuk gejala pergerakan pada dementia tubuh Lewy:
- Obat novel: Uji klinis yang sedang berlangsung sedang menyelidiki obat-obatan yang menargetkan mekanisme dasar dari dementia tubuh Lewy, sambil meminimalkan efek samping kognitif dan psikiatris.
- Terapi neuroprotektif: Metode pengobatan eksperimental bertujuan untuk melindungi sel saraf dari kerusakan yang disebabkan oleh badan Lewy.
- Teknologi inovatif: Alat seperti stimulasi otak dalam, meskipun lebih umum digunakan untuk penyakit Parkinson, sedang dieksplorasi untuk mengobati dementia tubuh Lewy.
Penelitian lanjutan dan uji klinis menjanjikan pendekatan yang lebih efektif dan disesuaikan dalam mengelola dementia tubuh Lewy.
Sebagai kesimpulan, mengelola gejala pergerakan pada dementia tubuh Lewy memerlukan kombinasi berbagai metode, termasuk obat, terapi, penyesuaian gaya hidup, dan dukungan dari pengasuh. Meskipun belum ada obat untuk dementia tubuh Lewy, metode ini akan secara signifikan meningkatkan mobilitas dan kemandirian, serta meningkatkan kualitas hidup pasien.


