Dementia tubuh Lewy (LBD) adalah jenis demensia progresif yang paling umum kedua setelah penyakit Alzheimer. LBD ditandai dengan penurunan kognitif, gejala motorik mirip dengan penyakit Parkinson, dan berbagai manifestasi neuropsikiatri. Di antara gejala-gejala ini, gangguan tidur sangat mengganggu, mempengaruhi baik pasien maupun pengasuh mereka. Mengatasi gangguan tidur pada dementia tubuh Lewy sangatlah penting, tidak hanya untuk meningkatkan kualitas hidup pasien secara keseluruhan tetapi juga untuk meringankan beban pengasuh.

Memahami gangguan tidur pada dementia tubuh Lewy
Gangguan tidur adalah ciri khas dari dementia tubuh Lewy (LBD) dan sering kali mendahului gejala lainnya. Gangguan tidur yang umum terjadi pada LBD meliputi:
- Gangguan perilaku tidur REM (RBD): Ini adalah salah satu gangguan tidur yang paling awal dan paling dikenali pada LBD. Pasien secara fisik melaksanakan gerakan atau perilaku yang terjadi dalam mimpi, karena kurangnya paralisis otot yang biasanya ada selama tidur REM, yang dapat menyebabkan cedera pada diri mereka sendiri atau pasangan tidurnya.
- Insomnia: Kesulitan untuk tertidur atau tetap tidur adalah keluhan yang sering terjadi. Insomnia pada LBD dapat disebabkan oleh kebingungan malam, kecemasan, atau bangun yang sering disebabkan oleh gejala lain seperti nyeri atau urgensi urin.
- Kantuk berlebihan di siang hari: Banyak pasien dengan dementia tubuh Lewy mengalami kantuk di siang hari, meskipun setelah tidur malam yang tampaknya cukup. Alasan mungkin karena tidur yang terputus atau proses neurodegeneratif itu sendiri.
- Apnea tidur: Apnea tidur obstruktif umumnya terjadi pada pasien LBD dan dapat memperburuk kesehatan kognitif dan kardiovaskular.
Gangguan tidur di atas tidak hanya berkontribusi pada kelelahan di siang hari tetapi juga memperburuk penurunan kognitif, gangguan suasana hati, dan stres pada pengasuh.
Diagnosis
Mendiagnosis gangguan tidur pada LBD memerlukan pendekatan yang terperinci dan berfokus pada pasien:
- Evaluasi klinis: Dokter harus mengumpulkan riwayat yang lengkap dari baik pasien maupun pengasuh. Pertanyaan harus mencakup pola tidur, perilaku malam, dan fungsi di siang hari.
- Studi tidur (polisosnografi): Polisosnografi penting untuk mendiagnosis RBD dan apnea tidur. Ini merekam aktivitas otak, gerakan otot, dan pola pernapasan selama tidur.
- Alat penilaian kualitas tidur: Pengasuh dapat menggunakan catatan tidur atau kuesioner terstandarisasi seperti Indeks Kualitas Tidur Pittsburgh (PSQI) untuk melacak gangguan tidur.
Diagnosis yang akurat akan memastikan pengobatan yang tepat sasaran dan meminimalkan intervensi yang tidak perlu.
Pengobatan gangguan tidur pada dementia tubuh Lewy
Menangani gangguan tidur pada dementia tubuh Lewy dilakukan dengan kombinasi pendekatan non-farmakologis, farmakologis, dan suportif.
Pendekatan non-farmakologis
Intervensi non-obat sering menjadi pilihan pertama untuk pengobatan dan dapat secara signifikan meningkatkan kualitas tidur:
- Higiene tidur: Membangun jadwal tidur yang teratur, membatasi tidur siang, dan menciptakan lingkungan tidur yang gelap dan tenang dapat mendorong tidur yang lebih baik.
- Terapi cahaya: Paparan cahaya terang di siang hari dan pencahayaan redup di malam hari dapat membantu mengatur ritme sirkadian.
- Terapi perilaku kognitif untuk insomnia (CBT-I): Pendekatan terstruktur berbasis bukti ini mengatasi pikiran dan perilaku negatif terkait tidur. CBT-I sangat berguna dalam mengelola insomnia tanpa obat-obatan.
- Modifikasi lingkungan: Penyesuaian seperti menggunakan tirai blackout, mesin suara, dan tempat tidur yang nyaman dapat mengurangi gangguan tidur.
Intervensi farmakologis
Ketika langkah-langkah non-farmakologis tidak cukup, pengobatan dapat dipertimbangkan, tetapi penggunaan obat memerlukan kehati-hatian pada pasien LBD karena sensitivitas mereka terhadap efek samping:
- Melatonin: Sebagai hormon alami yang mengatur siklus tidur-bangun, melatonin sangat efektif untuk mengobati RBD. Melatonin meningkatkan kualitas tidur dan mengurangi tindakan saat bermimpi.
- Clonazepam: Pada kasus RBD yang parah, clonazepam dapat diresepkan. Namun, obat ini harus digunakan dengan hati-hati karena risiko sedasi dan memperburuk kebingungan.
- Obat penenang: Obat seperti zolpidem atau trazodone dapat mengurangi insomnia, tetapi harus digunakan dengan hati-hati untuk menghindari efek samping seperti jatuh atau peningkatan kebingungan.
Obat-obatan tertentu, seperti antikolinergik dan beberapa antidepresan, sebaiknya dihindari karena dapat memperburuk gejala kognitif dan motorik dalam dementia tubuh Lewy.
Mengatasi penyebab yang mendasari
Gangguan tidur pada dementia tubuh Lewy sering kali berasal dari atau diperburuk oleh kondisi lain. Mengatasi penyebab yang mendasari ini dapat secara signifikan meningkatkan tidur:
- Apnea tidur: Terapi tekanan udara positif kontinu (CPAP) adalah standar emas untuk mengobati apnea tidur obstruktif. Terapi ini memperbaiki oksigenasi dan dapat meningkatkan kesehatan kognitif dan kardiovaskular.
- Sindrom kaki gelisah (RLS) atau gerakan tungkai periodik: Agen dopaminergik, gabapentin, atau suplemen zat besi dapat digunakan untuk mengobati kondisi ini, meningkatkan kontinuitas tidur.
- Gangguan suasana hati dan kecemasan: Mengelola depresi atau kecemasan dengan terapi atau obat yang tepat dapat mengurangi insomnia dan memperbaiki kualitas tidur secara keseluruhan.
Dukungan dan pendidikan untuk pengasuh
Pengasuh memainkan peran vital dalam mengelola gangguan tidur pada pasien LBD. Mendidik dan mendukung mereka dapat meningkatkan hasil bagi pasien dan kesejahteraan pengasuh:
- Pengasuh dapat membantu menerapkan praktik higiene tidur, memantau perilaku malam, dan mempertahankan catatan tidur untuk melacak kemajuan.
- Akses ke sumber daya: Grup dukungan dan forum online menyediakan dukungan emosional dan tips praktis untuk menghadapi tantangan tidur pada LBD.
- Perawatan diri untuk pengasuh: Pengasuh harus memprioritaskan kesejahteraan mereka sendiri dengan mencari perawatan istirahat, berlatih manajemen stres, dan mengakses konseling profesional jika diperlukan.
Gangguan tidur adalah aspek yang signifikan namun dapat dikelola dari dementia tubuh Lewy. Diagnosis dini, dikombinasikan dengan intervensi yang disesuaikan, akan meningkatkan kualitas hidup bagi pasien dan pengasuh mereka.


