Kelelahan bukanlah gejala utama gastritis, tetapi dapat terjadi sebagai akibat tidak langsung dari kondisi ini. Gastritis terutama mempengaruhi lambung dan menyebabkan gejala pencernaan seperti nyeri, mual, dan kembung. Namun, peradangan dan efeknya pada pencernaan serta penyerapan nutrisi dapat membuat Anda merasa lelah dan lemah seiring waktu.

Memahami gastritis
Gastritis adalah peradangan pada lapisan lambung. Lapisan lambung biasanya melindungi jaringan di bawahnya dari asam yang membantu mencerna makanan. Ketika lapisan pelindung ini rusak atau teriritasi, asam dapat merusak dinding lambung dan menyebabkan peradangan.
Beberapa faktor dapat memicu gastritis. Faktor-faktor ini meliputi infeksi dengan bakteri Helicobacter pylori, penggunaan obat antiinflamasi non-steroid yang sering, konsumsi alkohol berlebihan, gangguan autoimun, atau stres berkepanjangan. Tergantung pada penyebab dan tingkat keparahannya, gastritis dapat bersifat akut (tiba-tiba) atau kronis (bertahan lama).

Gejala umum gastritis
Gejala khas gastritis melibatkan sistem pencernaan. Gejala ini meliputi:
- Nyeri di perut bagian atas
- Kembung atau perasaan kenyang setelah makan
- Mual atau muntah
- Penurunan nafsu makan
- Gangguan pencernaan
Beberapa orang dengan gastritis sama sekali tidak mengalami gejala, terutama di fase awal.
Bagaimana gastritis dapat menyebabkan kelelahan
Meskipun kelelahan bukan hasil langsung dari gastritis, beberapa mekanisme dapat menjelaskan mengapa Anda mungkin merasa lelah saat mengalami gastritis.
1. Malabsorpsi nutrisi
Peradangan pada gastritis dapat mengganggu kemampuan lambung untuk memproduksi asam dan enzim pencernaan yang cukup. Asam lambung berperan penting dalam memecah makanan dan menyerap nutrisi seperti vitamin B12 dan zat besi. Ketika gastritis mengurangi asam lambung, tubuh Anda menyerap lebih sedikit nutrisi ini.
Kekurangan vitamin B12 atau zat besi dapat menyebabkan anemia. Dalam anemia, jumlah sel darah merah (jumlah hemoglobin) yang mengangkut oksigen ke seluruh tubuh Anda menurun. Penurunan ini dalam transportasi oksigen menyebabkan kelelahan yang konstan, kelemahan, dan kesulitan berkonsentrasi.
2. Penurunan nafsu makan dan nutrisi yang buruk
Gastritis sering menyebabkan ketidaknyamanan yang menghalangi makan. Banyak orang dengan gastritis makan lebih sedikit untuk menghindari rasa sakit atau mual. Penurunan asupan makanan ini mengurangi pasokan energi dan dapat mengakibatkan kelelahan.
3. Peradangan kronis
Peradangan itu sendiri dapat memicu kelelahan. Sistem kekebalan mengeluarkan zat kimia peradangan yang disebut sitokin untuk melawan iritasi di lapisan lambung. Sitokin ini dapat mempengaruhi metabolisme dan kimia di otak Anda, yang mengarah pada perasaan lelah dan rendah energi.
4. Pendarahan lambung
Dalam kasus yang lebih serius, gastritis dapat menyebabkan erosi atau luka kecil yang berdarah. Bahkan pendarahan lambat yang tidak terdeteksi dapat menyebabkan anemia defisiensi zat besi, yang menyebabkan kelelahan, pusing, dan kulit pucat.
5. Stres psikologis
Banyak orang dengan gastritis kronis juga mengalami stres atau kecemasan. Stres psikologis dapat memperburuk kelelahan dan mengurangi kualitas tidur, membuat kelelahan lebih terasa.
Bagaimana mengidentifikasi kelelahan yang disebabkan oleh gastritis
Jika kelelahan muncul bersamaan dengan nyeri perut bagian atas, mual, kembung, atau penurunan nafsu makan, kelelahan ini sering disebabkan oleh gastritis. Namun, kelelahan memiliki banyak kemungkinan penyebab, termasuk masalah tiroid, gangguan tidur, infeksi, atau stres emosional.
Seorang dokter dapat melakukan tes darah untuk memeriksa anemia, kekurangan vitamin, atau infeksi dengan Helicobacter pylori. Endoskopi mungkin diperlukan untuk mengonfirmasi peradangan atau pendarahan pada lapisan lambung.
Bagaimana mengelola kelelahan terkait gastritis
Cara paling efektif untuk meredakan kelelahan akibat gastritis adalah dengan mengobati peradangan lambung dan memperbaiki kekurangan nutrisi.
- Menangani penyebab gastritis: Jika infeksi Helicobacter pylori ada, pengobatan biasanya mencakup obat antibiotik yang dikombinasikan dengan obat penekan asam.
- Mendukung penyembuhan lapisan lambung: Hindari alkohol, merokok, dan obat antiinflamasi non-steroid. Makanlah makanan dalam porsi kecil dan sering yang lembut bagi lambung.
- Memulihkan tingkat nutrisi: Konsumsi makanan kaya zat besi, vitamin B12, dan protein. Konsumsi suplemen diet jika dokter merekomendasikan.
- Mengelola stres: Praktikkan teknik relaksasi, jaga tidur yang teratur, dan lakukan aktivitas fisik ringan.
Ketika gastritis sembuh dan penyerapan nutrisi membaik, kelelahan akan berkurang secara bertahap.
Kapan Anda perlu menemui dokter?
Anda perlu mencari perhatian medis jika mengalami kelelahan bersama dengan tanda-tanda yang mencolok seperti tinja berwarna hitam atau kental, muntah darah, nyeri perut yang parah, atau penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan. Gejala ini dapat menunjukkan pendarahan atau komplikasi lain yang memerlukan perawatan segera.
Kesimpulannya, kelelahan bukanlah gejala khas gastritis, tetapi dapat berkembang sebagai akibat dari komplikasi seperti malabsorpsi nutrisi, anemia, atau peradangan kronis. Gastritis terutama menyebabkan ketidaknyamanan pencernaan, tetapi kondisi ini dapat secara tidak langsung mengurangi tingkat energi Anda.


