Orang dapat mengalami berbagai jenis sakit kepala yang dapat menyebabkan berbagai jenis rasa nyeri, termasuk nyeri berdenyut di bagian belakang kepala. Rasa nyeri ini bisa disebabkan oleh sakit kepala atau kondisi medis lainnya.
Menurut National Institute of Neurological Disorders and Stroke, sakit kepala adalah salah satu bentuk nyeri yang paling umum.
Kadang-kadang, sakit kepala bisa menjadi gejala dari kondisi kesehatan yang mendasarinya. Salah satu hal yang dicari dokter saat mencoba memahami penyebab sakit kepala adalah jenis dan lokasi rasa nyerinya.
Artikel ini akan menjelaskan apa yang bisa menyebabkan sakit kepala berdenyut di bagian belakang kepala, yang juga disebut sakit kepala okipital. Anda juga akan mempelajari metode pengobatan, dan kapan sebaiknya berkonsultasi dengan dokter.
Neuralgia Okipital

Kerusakan atau tekanan pada saraf di bagian atas tulang belakang, leher, kulit kepala, dan bagian belakang kepala dapat mengakibatkan neuralgia okipital, atau sakit kepala yang dimulai dari leher.
Menurut National Institute of Neurological Disorders and Stroke, jenis sakit kepala ini terasa seperti nyeri menusuk atau berdenyut di leher atas, di belakang telinga, dan di bagian belakang kepala.
Rasa nyeri biasanya dimulai dari belakang leher kemudian menyebar. Beberapa orang juga akan merasakan nyeri di kulit kepala, dahi, atau di belakang mata. Mereka mungkin juga sensitif terhadap cahaya atau suara.
Pengobatan Neuralgia Okipital
Kondisi ini biasanya akan membaik dengan sendirinya. Untuk mengelola gejalanya, seseorang dapat mencoba:
- istirahat yang cukup
- menggunakan bantal pemanas di kepala
- mengonsumsi obat anti-inflamasi yang dijual bebas, seperti ibuprofen
Kadang-kadang, dokter mungkin merekomendasikan relaksan otot. Jika rasa sakitnya parah, dokter mungkin meresepkan antidepresan atau injeksi steroid.
Sakit Kepala Migrain
Kebanyakan migrain menyebabkan sakit kepala yang parah dan berdenyut di satu sisi wajah dan kepala.
Namun, menurut studi 2020, orang dengan sakit kepala migrain vestibular lebih mungkin mengalami nyeri di bagian belakang kepala.
Sakit kepala migrain adalah suatu kondisi neurologis, dan beberapa orang memiliki predisposisi genetik untuk ini. Di orang lain, sakit kepala migrain muncul sebagai hasil dari faktor atau situasi tertentu.
Faktor-faktor ini meliputi stres, perubahan hormonal, cahaya berkedip, tidur terlalu banyak atau terlalu sedikit, dan perubahan cuaca yang mendadak.
Sebelum sakit kepala migrain dimulai, orang tersebut mungkin mengalami tanda peringatan, seperti keinginan untuk makanan, perubahan suasana hati, menguap yang tidak terkendali, retensi cairan, atau peningkatan frekuensi berkemih.
Beberapa orang akan melihat cahaya berkedip atau terang, yang disebut dokter sebagai “aura,” sebelum sakit kepala migrain dimulai.
Gejala migrain meliputi:
- sakit kepala yang semakin parah saat orang tersebut bergerak
- mual atau muntah
- merasa lemah
- sensitif terhadap cahaya
- sensitif terhadap suara
Pengobatan Sakit Kepala Migrain
Ada banyak obat pencegahan dan pengobatan yang efektif untuk sakit kepala migrain.
Dokter juga menasihati agar orang mencoba menghindari faktor-faktor yang menyebabkan sakit kepala.
Cara lain untuk meredakan gejala termasuk:
- beristirahat di ruangan yang tenang dan gelap dengan mata tertutup
- menempatkan kantong es atau kain dingin di dahi
- meminum banyak air
Trauma Kepala
Sakit kepala akibat trauma kepala dapat terjadi akibat gegar otak, fraktur tengkorak, atau memar otak.
Rasa nyeri dapat mempengaruhi lokasi mana pun di kepala, termasuk bagian belakang kepala.
Seseorang harus mencari bantuan jika mereka menyadari gejala berikut:
- sakit kepala yang persisten
- muntah dan mual berulang
- kejang
- pupil membesar
- bicara tidak jelas
- kelemahan pada lengan atau kaki
- kurangnya koordinasi
- kebingungan
- gelisah dan cepat marah
Dokter akan memesan pemindaian otak untuk menyingkirkan masalah besar yang mungkin memerlukan pembedahan.
Pengobatan Trauma Kepala
Pengobatan dapat mencakup obat penghilang rasa sakit, istirahat, dan rehabilitasi.
Hemorrhage Intra-cranial
Hemorrhage intra-cranial adalah perdarahan di dalam otak atau tengkorak.
Sakit kepala ini sangat serius, dan dapat terjadi akibat stroke atau aneurisma yang berdarah di otak.
Masalah ini menyebabkan rasa nyeri yang parah, sering kali menyebar di seluruh kepala atau di bagian belakang kepala.
Pendarahan juga bisa menghasilkan gejala neurologis, seperti kelemahan atau kejang.
Pengobatan Hemorrhage Intra-cranial
Hemorrhage intra-cranial adalah keadaan darurat medis, yang memerlukan perawatan intensif dan mungkin memerlukan pengobatan bedah.
Hipotensi Intra-cranial
Hipotensi intra-cranial cukup jarang. Hipotensi intra-cranial terjadi ketika cairan tulang belakang bocor dari lubang di sumsum tulang belakang, menyebabkan masalah dengan tekanan di dalam otak.
Menurut National Organization for Rare Diseases, 5 dari setiap 100.000 orang mengalami hipotensi intracranial spontan. Biasanya, masalah ini terjadi akibat tumor otak, trauma, atau efek samping dari suatu prosedur medis.
Gejalanya dapat muncul secara bertahap atau tiba-tiba.
Gejala yang paling umum adalah sakit kepala yang semakin parah saat orang tersebut dalam posisi tegak. Sakit kepala ini bisa berupa rasa nyeri berdenyut di bagian belakang kepala.
Gejala lainnya meliputi:
- mual dan muntah
- nyeri atau kekakuan di leher
- nyeri antara tulang belikat atau pada lengan
- pusing dan masalah keseimbangan
- sensitif terhadap cahaya atau suara
- pendengaran yang tidak jelas atau terdengar bunyi berdenging
- gangguan kognitif, atau perubahan dalam kemampuan untuk berpikir dengan jelas
Pengobatan Hipotensi Intra-cranial
National Organization for Rare Diseases menunjukkan bahwa dalam beberapa kasus, gejala dapat mereda tanpa pengobatan. Namun, mereka menyarankan agar seseorang beristirahat dan meminum banyak air.
Dokter akan melakukan prosedur bedah untuk memperbaiki sumsum tulang belakang dan menghentikan kebocoran cairan.
Tumor Otak
Sakit kepala berdenyut di bagian belakang kepala bisa jadi tanda adanya tumor otak.
Rasa nyeri terjadi ketika tumor menekan pembuluh darah dan saraf otak atau menyebabkan pembengkakan dan penumpukan cairan.
Menurut American Brain Tumor Association, orang yang memiliki tumor otak kadang-kadang merasakan nyeri yang:
- semakin parah di pagi hari
- disertai dengan muntah
- semakin parah saat batuk, berolahraga, atau bergerak
- tidak mereda meskipun orang tersebut mengonsumsi obat penghilang rasa sakit yang dijual bebas, seperti aspirin atau ibuprofen
Gejala lain dari tumor otak meliputi:
- kejang, termasuk kejang otot atau berkedut, kehilangan kesadaran, kehilangan kontrol fungsi tubuh, atau perubahan penglihatan, sensasi, atau penciuman
- perubahan kepribadian
- merasa sangat lelah
- masalah tidur
- masalah memori
- masalah dalam menjalani aktivitas sehari-hari
Pengobatan Tumor Otak
Pengobatan bervariasi untuk setiap orang. Umumnya, pengobatan adalah kombinasi dari pembedahan, kemoterapi, dan radioterapi.
Sakit Kepala yang Terkait dengan Aktivitas Seksual
Menurut American Migraine Foundation, sakit kepala primer dapat terjadi selama aktivitas seksual (sebelum orgasme) atau selama orgasme.
Sakit kepala orgasme atau sebelum orgasme biasanya adalah sakit kepala mendadak yang berubah menjadi sensasi berdenyut yang parah, tetapi bisa juga berupa nyeri tumpul.
Rasa nyeri bisa muncul di kedua sisi kepala atau di bagian belakang kepala.
Jika seseorang mengalami sakit kepala saat beraktivitas seksual, mereka sebaiknya berkonsultasi dengan dokter yang dapat menyingkirkan kemungkinan penyebab lain, seperti penyakit kardiovaskular, aneurisma otak, atau tumor otak.
Pengobatan Sakit Kepala yang Terkait dengan Aktivitas Seksual
Sakit kepala ini biasanya berlangsung antara 1 menit hingga 24 jam.
Namun, jika sakit kepala ini sering kambuh atau berlangsung lebih lama, seseorang dapat mengonsumsi triptans dan propranolol untuk membantu meredakan nyeri.
Sakit Kepala Tegangan
Sakit kepala tegangan bisa terjadi di mana saja di kepala, termasuk bagian belakang kepala.
Menurut Johns Hopkins Medicine, sakit kepala tegangan sangat umum. Sakit kepala tegangan biasanya menyebabkan nyeri tumpul, bukan nyeri berdenyut. Rasa nyeri terasa seperti ikatan ketat di sekitar kepala.
Sakit kepala tegangan dapat terjadi akibat kelelahan, stres, lapar, atau tanpa sebab yang jelas.
Pengobatan Sakit Kepala Tegangan
Seseorang dapat mengonsumsi obat-obatan yang dijual bebas untuk meredakan nyeri dari sakit kepala tegangan.
Kapan perlu menemui dokter?
Orang sebaiknya mencari bantuan medis jika mereka:
- memiliki sakit kepala baru
- memiliki sakit kepala yang sering terjadi
- memiliki sakit kepala bersamaan dengan gejala lain, seperti demam, kebingungan, leher kaku, kehilangan penglihatan, mati rasa, dan muntah
- memiliki sakit kepala yang tidak kunjung hilang
Menurut National Headache Foundation, orang juga sebaiknya menemui dokter jika obat penghilang rasa sakit yang dijual bebas tidak dapat meredakan sakit kepala, atau mereka perlu mengonsumsi penghilang rasa sakit lebih dari 2 hari dalam seminggu.
Seseorang harus mencari perhatian medis darurat jika:
- mereka mengalami sakit kepala terburuk yang pernah mereka alami
- mereka mengalami serangan migrain terburuk yang pernah mereka alami
- mereka mengalami sakit kepala bersamaan dengan kehilangan penglihatan, muntah berlebihan, kehilangan kesadaran
- mereka mengalami sakit kepala selama 72 jam dengan periode tanpa nyeri yang berlangsung kurang dari 4 jam
Ringkasan
Banyak hal berbeda yang dapat menyebabkan sakit kepala. Sakit kepala dapat mengganggu kualitas hidup seseorang, tetapi kebanyakan tidak perlu dikhawatirkan.
Terkadang, sakit kepala berdenyut di bagian belakang kepala bisa menjadi tanda adanya kondisi kesehatan yang mendasari, seperti migrain, hemorrhage intra-cranial, atau neuralgia okipital.
Siapa pun yang berpikir bahwa kondisi kesehatan yang mendasari menyebabkan sakit kepala mereka sebaiknya berbicara dengan dokter.


